Down to Earth

Gema Nurani lahir kembali. Untuk kali ketiga media ini bermetamorfosis, mencari format baku penyampaian informasi strategis, plus membangun relasi dialogis dengan konstituen. Awalnya, Gema Nurani didesain terbatas; sekadar meraih eksistensi Gema Hanura di level pewacanaan strategis. Lebih lanjut, media ini kembali muncul di tengah belantara Munas Perdana Partai yang unpredictable. Kini, Gema Nurani hadir untuk sebuah misi baru bertajuk, ‘Penyampai Nurani Rakyat’.
Adalah sebuah kebanggaan bila media ini kemudian dapat menjadi kanal aspirasi bagi warga Partai Hanura pada khususnya, dan rakyat Indonesia pada umumnya. Sebab, tanpa dukungan dan aspirasi, partai politik akan tampak lengang; tak bertaji. Maka dukungan seharusnya menjadi hal penting, lebih dari keinginan untuk berkuasa. Maka semestinya aspirasi menjadi hal penting, lebih dari keinginan untuk tetap berkuasa. Alangkah naif bila Parpol kemudian sama sekali tak mengerti urgensi dukungan dan aspirasi konstituen tersebut.
Era ini menempatkan wadah sosialisasi sebagai ketentuan yang tak bisa dilawan. Kecenderungan masyarakat untuk membangun eksistensinya, kini bermuara pada jejaring sosial yang berfungsi ganda sebagai ruang publik dan aktualisasi. Jelas adanya bila kemudian dialog intensif sangat dibutuhkan, baik langsung maupun tidak langsung.
Gema Nurani bukan media propagandis, yang sulit dimengerti atau membakar emosi sesaat. Gema Nurani bertekad mengurai action plan, untuk diaplikasikan menjadi action. Pasca-action, akan ada monitoring dan evaluasi, untuk menerbitkan action plan dan action yang baru. Begitu seterusnya. Gema Nurani hendak menjadi media yang mengerti rakyat, bahkan hingga ke keseharian mereka.
Tak perlu muluk-muluk untuk membangun integritas ini. Partai dapat saja didesain mengarah pada capaian itu. Lebih dalam, sebenarnya semua hanya soal kemauan. Banyak rekomendasi strategis yang menguap begitu saja, lantaran tak ada kemauan kuat untuk menjadikannya berkelanjutan. Ya, inefisiensi politik. Selalu saja begitu.
Gema Nurani mengambil porsi penting, merealisasikan kontribusi pikir elite yang merepresentasi aspirasi rakyat. Media ini akan membumi dan menjadi rujukan penting untuk membaca situasi dengan kacamata politik. Ya, down to earth. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.