Pemiskinan Terstruktur

Secara kasat mata, keberhasilan neoliberalisme dalam membentuk sebuah peradaban memang tidak dapat dibantah kehadirannya. Kuasa neoliberalisme, khususnya dalam aspek ekonomi dan politik telah memaksa banyak negara mengikuti konsensus tersebut, untuk mencapai kesejahteraan seperti yang telah dipercontohkan Dunia Barat.

Mereka yang sangat mengagungkan neoliberalisme memiliki keyakinan bahwa kapitalisme global akan mendorong dengan cepat proses menuju kemakmuran. Seperti yang dikemukakan oleh Hayek, bahwa Pasar Bebas tidak selalu beroperasi sempurna, tetapi keuntungannya secara radikal lebih banyak daripada kerugiannya.

Kebebasan
Dalam tata wacana neoliberalisme, kebebasan menjadi nilai yang paling mendasar. Nilai kebebasan mengandaikan makhluk yang secara alamiah memiliki kemampuan untuk berpikir dan memilih bagi dirinya sendiri.
Kebebasan bila diterjemahkan sebagai sebuah sistem pengaturan masyarakat, berarti sistem yang percaya bahwa individu-individu yang ada dalam suatu masyarakat sesungguhnya dapat menggunakan kemampuan mereka secara alamiah untuk memilih dan melakukan yang terbaik bagi diri sendiri. Dengan demikian, semangat kebebasan mengandaikan adanya kompetisi sebagai upaya untuk bertahan melanjutkan kehidupan.

Semangat kompetisi tersebut dapat dilihat dengan jelas pada mekanisme pasar dalam neoliberalisme. Kalangan neoliberal meyakini bahwa pasar adalah aspek penting sebagai ranah terjadinya kompetisi. Maka dari itu, pasar seharusnya terjadi secara alamiah, tanpa adanya batas-batas nasional dan aturan-aturan yang mengikat laju gerak perkembangannya.

Globalisasi pasar, lebih jauh, dipandang tidak hanya sebagai sebuah fenomena kehidupan dari suatu proses sejarah yang panjang. Namun, globalisasi ekonomi dianggap sebagai tatanan dunia baru yang menggantikan tata dunia Perang Dingin.

Liberalisasi
Liberalisasi, secara istilah, dapat dipahami sebagai suatu proses menjadikan segala sesuatu bebas bergerak secara alamiah, yang dalam hal ini berkaitan dengan pasar, modal, dan perdagangan. Konsep liberalisasi, pada dasarnya, merupakan salah satu elemen penting dalam memberdayakan pasar agar tetap beroperasi secara maksimal.

Sejalan dengan semangat untuk menciptakan Pasar Bebas, liberalisasi juga merupakan proses yang menuntut adanya kebebasan. Dengan demikian, liberalisasi dan Pasar Bebas adalah dua hal yang saling terkait dalam menciptakan suatu kondisi yang berdasarkan pada spirit kompetisi dan kebebasan.

Secara sederhana, Pasar Bebas membutuhkan kebijakan liberalisasi untuk mengisi ruang yang telah terbuka dalam Pasar Bebas tersebut. Dalam gagasan neoliberal, terwujudnya pasar yang bebas dari intervensi adalah syarat bagi terwujudnya liberalisasi perdagangan. Karena aktivitas perdagangan terjadi di dalam pasar, maka proses menuju liberalisasi perdagangan mestilah diikuti dengan terwujudnya Pasar Bebas.

Gagasan Liberalisasi juga merupakan suatu langkah kebijakan ekonomi yang bergerak menjauhi sentralisme. Dasar dari gagasan liberalisasi ini secara khas dapat dipahami sebagai suatu usaha untuk menghilangkan intervensi negara dalam dinamika ekonomi, terwujudnya Pasar Bebas yang bekerja secara alamiah, dan bertumbuhnya kondisi kehidupan yang saling berkompetisi satu dengan yang lainnya.

Gagasan ini terejawantahkan secara ideal dalam konsep pasar yang diyakini sebagai ruang utama dalam mencapai kesejahteraan. Resep liberalisasi dianggap akan memacu pertumbuhan karena akan tercipta kondisi yang kompetitif.

Monopoli
Namun, satu hal yang harus diingat adalah resep tersebut bisa saja menjadi tidak efisien apabila terjadi monopoli. Kebijakan liberalisasi yang dipaksakan, pada dasarnya, hanya akan membuka peluang bagi masuknya produk-produk asing. Akibatnya produk-produk domestik akan tersingkir, karena tidak mampu bersaing.

Fenomena inilah yang saat ini terjadi di banyak negara, khususnya negara-negara berkembang. Negara miskin yang tidak memiliki kekuatan ekonomi yang kokoh hanya akan menjadi terpuruk dalam pergerakan ekonomi yang sangat fluktuatif dan tak terprediksikan.

Selain itu, kebijakan liberalisasi yang dipromosikan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa sejatinya hanya merupakan cara untuk mendapatkan keuntungan; bukan jalan menuju kesejahteraan.

Hal itu dibuktikan dari sekian kebijakan liberalisasi yang dipaksakan kepada negara-negara berkembang, sementara di sisi lain, negara maju seperti Amerika Serikat justru melakukan kebijakan proteksi dan subsidi untuk beberapa sektor, seperti pertanian dan manufaktur, sehingga mustahil bagi pasar internasional dapat menembus pasar lokal di Amerika Serikat, apalagi menguasainya.

Wacana liberalisasi dalam beberapa tahun terakhir semakin menyebar ke berbagai negara, di mana hal tersebut merupakan perangkat penting dalam mewujudkan kesejahteraan yang berdasarkan pada standarisasi neoliberalisme.

Privatisasi
Implikasi paham neoliberalisme memang sangat dirasakan, terutama di Negara Dunia Ketiga. Implikasi signifikan tersebut datang dari kebijakan privatisasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap berbagai sektor publik yang seharusnya dikuasai oleh negara demi menjamin kepentingan dan kebutuhan rakyat.

Namun, dalam logika privatisasi, segala macam aspek publik justru sebaiknya dikuasai oleh swasta. Alasannya, hanya swasta yang memiliki semangat kompetisi, dan karena itu akan menjadikan sektor publik tersebut menjadi lebih baik dan pelayanan kepada masyarakat akan meningkat.

Dengan demikian, kebijakan privatisasi adalah jalan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Sejalan dengan gagasan dasar neoliberalisme, pemerintah memang seharusnya tidak mencampuri urusan-urusan tersebut, dan sebaliknya pemerintah bertugas untuk memberikan legitimasi politik bagi sektor swasta yang berada di dalam negeri.

Betapa malangnya negeri ini.

Recommended For You

About the Author: Fitrah Hamdani

Penyaji analisis kontemporer genuin yang bertumpu pada realitas akar-rumput. Malang melintang di dunia akademis, berpadu pada program kaderisasi generasi penerus. Mencintai keluarga dan berharap Indonesia hadir sebagai bangsa yang beridentitas.