Gema Hanura: Ruh Modernisasi Partai

Modernisasi partai adalah harga mati. Bukan untuk diwacanakan, tapi dipraktikkan. Bukan untuk diterapkan semata, tapi dimaksimalkan. Bukan untuk membangun eksistensi semu, tapi untuk bangunan fondasi partai yang berkelanjutan. Jelas bukan hal mudah. Dan Gema Hanura hadir untuk modernisasi Partai Hanura.

Realitas perpolitikan Indonesia kini memasuki babak baru di satu sisi, tapi tetap saja berurusan dengan lusinan persoalan lama di sisi lain. Sebuah realitas nyinyir di tengah pergerakan dunia yang tak lagi dapat tertutupi batas-batas formal. Sebuah realitas memprihatinkan di tengah dinamika perpolitikan global yang lebih serakah dari sebelumnya.

Pada kadar artikulasi politik, Parpol mulai tampak seperti gerbong besar tak berpenumpang. Secara lahiriah, acara-acara formal dibentangkan dengan dana besar. Seremonial agung didesain untuk membangun simpati publik. Tak lupa, pencitraan positif bertubi-tubi dilancarkan, meski instan. Namun, semua tahu, secara eksistensi, Parpol lebih tepat dianggap sebagai sekadar mesin uang alternatif bagi sebagian masyarakat. Ya, fungsi Parpol sebagai artikulator Parpol belum mengena di Indonesia.

Ditambah dengan silang-sengkarut perpolitikan nasional yang melulu bermotif kepentingan kelompok dominan di lingkup kekuasaan, republik ini benar-benar bak sampah vested interest tak berkesudahan bernama, keserakahan. Apa jadinya mandat dari rakyat untuk menyejahterakan mereka bila pelaksana kekuasaan masih saja mementingkan kepentingan sektoral dan temporal? Mustahil.

Modernisasi Partai

Bagaimana dengan Partai Hanura? Bagaimana dengan partai yang menurut para pendirinya, hadir sebagai solusi bangsa itu? Apa yang telah diberikan Partai Hanura untuk menunaikan amanat hati nurani rakyat? Lantas bagaimana daya dukung partai terhadap semua tugas dan dinamika realitas perpolitikan hari ini?

Kini sebagian kader Partai Hanura telah duduk di Parlemen, menjalankan fungsi legislasi untuk mencapai tujuan Partai. Banyak dari mereka yang masih beradaptasi dengan kekuasaan. Lebih sedikit dari yang banyak itu mulai berpikir untuk membangun Partai, agar pada Pemilu yang akan datang, Partai Hanura masih dapat bertahan di Parlemen, bahkan dengan jumlah yang lebih besar.

Sementara itu, jauh lebih sedikit dari mereka yang mulai bereksperimen untuk memodernisasi Partai, guna membangun sistem terintegrasi, untuk eksistensi Partai sampai kapan pun. Di antara kategori kelompok terakhir tersebut adalah kader-kader Gema Hanura.

Apa yang dilakukan Gema Hanura untuk membangun modernitas Partai Hanura?

Sebenarnya, tak muluk-muluk desain gerakan Gema Hanura. Apalagi kalau bukan membuat program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Lebih spesifik, program yang berkelanjutan, bukan hanya sesaat. Program yang mengena, bukan hanya berbau propaganda.

Gema Hanura kini concern mengoptimalisasi kaderisasi internal untuk menaikkan kapasitas berpartai. Setelah dirasa cukup, mereka akan dikirim ke basis dengan kemampuan mengintegrasi kepentingan masyarakat dengan Partai Hanura.

Lebih sederhana lagi, Gema Hanura memiliki perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan follow-up program. Mari berkompetisi positif untuk menjadikan partai ini lebih baik. Silakan mengkritik Gema Hanura sekeras apa pun, untuk kebaikan bersama.

Sekali lagi, Gema Hanura hanya punya satu hal untuk memodernisasi Partai, yakni konsistensi. Sebut saja, hingga kini, partai ini tak benar-benar punya data benar tentang jumlah anggota persisnya. Nah!

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.