Akrobat Elite Politik Kita

Ulah para elite politik kita tersebut mengindikasikan bahwa para elite kita belum bisa memberikan pendidikan masyarakat secara baik. Elite politik kita seharusnya menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu ‘tidak’ benar, dan sebaiknya para elite politik kita mengakui semua apa yang mereka lakukan. Tapi sayang, para elite politik kita malah mengumbar kemewahan kepada masyarakat yang hidupnya masih terkatung-katung dalam kemiskinan.

Krisis Multidimensi

Dengan kondisi bangsa Indonesia yang sedang tertimpa krisis multidimensi dari berbagai aspek sehingga dalam hal ini rakyat mempertanyakan tentang kemampuan elite politik kita dalam menyelesaikan berbagai problem itu. Di sisi lain, bangsa ini semakin banyak terjadi kekerasan, teror dan sebagainya semakin membuat kepercayaan rakyat terhadap para elite bangsa ini semakin pudar. Rakyat menilai bahwa elite kita belum bisa membuat kesejahteraan rakyat dan belum bisa mengusahakan kehidupan yang layak sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Segudang Masalah

Dalam bukunya Nanat Fatah Natsir (2010) menjelaskan bahwa para elite politik kita seharusnya meningkatkan moral dalam mengatasi berbagai permasalahan yang sedang menimpanya. Berbagai masalah demi masalah selalu menyelimuti negeri ini, mulai dari aspek Hukum, Politik, Pertahanan Keamanan dan moral elite itu sendiri. Semua permasalahan itu akan menimbulkan krisis kepercayaan rakyat terhadap elite politik kita. Rakyat mempertanyakan apakah mampu para elite politik kita menyelesaian berbagai masalah yang sedang menimpa bangsa ini? Oleh karena itu, agar pemerintah atau elite politik kita mencari solusi dalam mengatasi krisis kepercayaan ini.

Membangun Politik Moral

Dengan melihat gambaran ulah para elite politik yang sudah mengatasi krisis kepercayaan terhadap rakyat, maka perlu kiranya menggunakan paradigma nasional, yaitu Pancasila sebagai landasan ideal, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional, wawasan nusantara sebagai landasan visional, dan ketahanan nasional sebagai landasan konsepsional.

Dengan demikian, untuk membangun moral dan etika elite politik kita kedepan, Mengutip pandapatnya Mashudi Darto (2010) sedikitnya ada lima untuk membangun moral dan etika kepemimpinan nasional yang bersumber pada pancasila. Pertama, moral ketaqwaan dalam dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Kedua, moral kemanusiaan. Ketiga, moral kebersamaan dan kebangsaan. Keempat, moral kerakyatan. Kelima, moral keadilan. Dengan demikian apabila kelima hal tersebut dipahami dan dijalankan dengan baik maka akan melahirkan elite politik bangsa yang baik pula (*).

Recommended For You

About the Author: Tommy Setyawan

Alumnus mahasiswa sosiologi UIN Yogyakarta