Konsumerisme Produk

Gambaran yang pas untuk sebuah Bangsa Indonesia ini layaknya seperti ikan dalam kolam yang siap memakan apapun yang diberikan majikannya, seperti nasi, bekatul, pelet, dan sejenisnya. Tanah air ini lagaknya sudah terlena dengan barang-barang yang berasal dari luar negeri sehingga produk dalam negeri seakan terlupakan.

Banyak sekali barang-barang luar negeri yang masuk ke Indonesia, misalnya handphone, mobil, laptop, sepeda, kendaraan bermotor, baju, dan masih banyak barang-barang lain tentunya. Barang merk luar negeri bagai sales-sales yang menggoda pembeli dengan slogan “Silahkan miliki Saya, Saya akan membuat anda semakin berkelas”. Barang-barang tersebut menggoda dengan kata-kata itu. Selain itu, hal ini menjadi gambar bahwa masyarakat Indonesia dikepung oleh banyak produk luar negeri.

Mengambil kejadian yang sangat kentara yakni peristiwa ricuhnya peluncuran Blackberry Bold 9790 atau Bellagio di Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2011) lalu menjadi bukti betapa konsumtifnya bangsa kita ini. Betapa bernafsunya ribuan orang dalam mendapatkan potongan setengah harga Si Bellagio itu. Dalam hal ini mengutip data dari Harian Kompas Sabtu (26/11/2011) mengatakan sekitar 90 orang pingsan dan beberapa hingga patah tulang, miris ternyata.

Meminjam ungkapan B Herry Priono, seorang Ahli Filsafat Ekonomi dari sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, yang ditulis di Headline Kompas Sabtu (26/11/2011) yang menyatakan fenomena tersebut muncul karena masyarakat tidak mampu mengambil jarak terhadap konsumsi. Masyarakat juga belum mampu membedakan apa yang sungguh-sungguh dibutuhkan dengan yang diinginkan.

Ungkapan Herry, sepertinya pemerintah harus sering memberikan penyuluhan, iklan, seminar tentang managemen uang dan menghargai produk dalam negeri. Hal tersebut penting supaya bisa mengurangi sifat konsumtif masyarakat. Dalam hal ini pemerintah harus membatasi barang dagangan yang masuk ke dalam negeri.

Manfaatkan Media

Supaya program untuk mengurangi konsumerisme ini sukses. Pemerintah bisa merangkul media, karena media adalah sosialisasi terbaik untuk masyarakat luas. Media mempunyai pengaruh yang besar dalam memberikan pengaruh kepada masyarakat luas. Jika pemerintah bisa merangkul media untuk ikut membantu dalam menyukseskan, maka program masyarakat akan terpengaruh juga, karena media adalah pembentuk opini publik. Pemerintah diharapkan juga aktif dalam kegiatan tersebut agar masyarakat juga ikut bersimpati. Jika pemerintah mengadakan acara dan tidak ikut serta, masyarakat juga tidak akan mengikutinya. Mari menuju Indoneisa yang lebih baik. (*)

Recommended For You

About the Author: Ryantono Puji Santoso

Mahasiswa Komunikasi ini adalah Pemimpin Umum LPM Pabelan UMS