Neokolonisasi Pertambangan

Sejarah Singkat

Sejak terjadinya revolusi Inggris pada abad lima belas menyebabkan nilai produksi semakin meningkat yang tidak diimbangi oleh bahan baku yang tersedia di tempat negara produksi. Hal pertama yang kemudian negara produksi lakukan adalah pendudukan di negara-negara yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Kondisi Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah menjadi target bagi negara-negara “super produksi” untuk dieksploitasi sumber daya alamnya. Maka dibuktikan dengan kedatangan Belanda dalam upaya mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia yang berlangsung selama tiga setengah abad.

Belanda dengan kekuatan militer memaksa rakyat Indonesia untuk kemudian menyerahkan hasil buminya dan Belanda memonopoli perdagangan di Indonesia. Rakyat Indonesia dalam keadaan yang sangat kritis dan dirampas segala hak kemanusiaannya terutama kekayaan alam Indonesia. Kemudian rakyat Indonesia bangkit melakukan perlawanan yang memakan banyak korban baik harta benda maupun nyawa sampai rakyat Indonesia memproklamirkan diri pada tanggal 17 Agustus 1945.

Paska kemerdekaan Indonesia mencoba membangun negara dari sisa-sisa yang ditinggalkan oleh Belanda termasuk SDA yang masih merimpah ruah. Dengan kondisi ini pula yang menyebabkan Belanda kemudian tidak ingin melepas Indonesia begitu saja dan Belanda pun mencoba merenggut kembali Indonesia. Namun Jendral Sudirman dan para pahlawan kemerdekaan yang lain berjuang mengangkat senjata yang dikuatkan oleh Sukarni-Hatta melalui jalan diplomasi.

Dalam perkembangan selanjutnya, Amerika dan Negara-negara yang menjadi arus utama dunia (Negara maju) memainkan politiknya setelah menciptakan uang kertas dan mendirikan lembaga dunia seperti IMF dan Word Bank untuk mengendalikan mata uang terhadap negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah seperti Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Politik luar negeri Amerika dengan sekutunya bagaimana untuk mengeksploitasi kekayaan alam dengan membidik tokoh-tokoh yang berkuasa di negara tersebut untuk bekerjasama dalam hubungan ekonomi. Hal ini berhasil diakukan oleh AS dan sekutu sejak masa Orde Lama dan semakin menguat pada masa Orba hingga kini dengan “hasrat eksploitatif” yang semakin menggila.

UUPMA

Dari sejarah singkat tentang sistem kapitalisme itu, kemudian yang melatarbelakangi lahirnya regulasi-regulasi tentang penanaman modal asing seperti UUPMA yang dicetuskan oleh Soeharto. Modal asingpun menguasai setiap perusahaan pertambangan di Indonesia pada umumnya. Sehingga menyebar ke seluruh bagian Indonesia.

Pertambangan merupakan sebuah program yang kemudian memihak kepada kepentingan kapitalisme untuk mengeksploitasi kekayaan alam yang melimpah yang terkandung dalam perut bumi dan mendistorsi kepentingan rakyat atas hak-haknya terhadap kekayaan alam. Tatanan demokrasi yang bobrok dengan sistem pemilu borjuasi telah melahirkan pemerintah yang kontra terhadap kepentingan rakyat dan menjadi agen Komparador imperialism yang melanggengkan dominasi kapitalisme untuk menguasai kekayaan alam di hampir seluruh bumi nusantara.

Lahirnya undang undang penanaman modal asing 1970, 1997, 2007 dan UU nomor. 4 tahun 2009 yang terus dipertegas oleh PP nomor 22 tahun 2010 yang melegalkan  dan melindungi investor asing untuk mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia. Dalam hal ini bisa kita lihat diberbagai perusahaan pertambangan di seluruh Indonesia, contoh kasus: PT. Newmont NTB, Newmont Minahasa Raya dan perusahan tambang terbesar di dunia PT. FREPORT di Papua dan perusahaan tambang lain-lain yang ada di Indonesia.

Neokolonialisme

Perselingkuhan antara pemerintah yang dipimpin oleh rezim komparador dengan pihak investor (kapitalisme) telah nyata menindas dan merampas hak-hak rakyat. Kemiskinan dan pengangguran semakin meluas karena monopoli kapitalisme atas ekonomi, kesempatan berpolitik untuk klas proletar pun tidak diberi peluang.

Undang Undang Dasar 1945 tentang pengelolaan kekayaan alam seperti yang terdapat dalam pasal 33 ayat 1, 2 dan 3 untuk kesejahteraan rakyat hanya sebagai ucapan manis belaka yang memina bobokan rakyat dari kemerdekaan palsu. Dengan lahirnya UUPMA 1970, 1997, 2007, dan PP 2010 menyerahkan sepenuhnya kekayaan alam yang melimpah ruah dari air hingga udara tersebut kepada pihak asing telah menempatkan bangsa Indonesia dalam model penjajahan baru (neokolonialisme)

Semua regulasi yang menenggelamkan bangsa dalam posisi “dirampok asing” tentunya dilakukan oleh elit-elit politik yang lahir dari sistem pemilu borjuasi. Pemerintah yang lahir dari penderitaan rakyat dengan harapan membawa perubahan untuk rakyat justru menjadi penindas yang akan menambah penderitaan rakyat dari derita atas dominasi korporasi atas kekayaan rakyat indonesia yang berasal dari alam. (*)

Recommended For You

About the Author: Firman Hamdani

Penulis lepas yang pernah kencang di aktivitas gerakan mahasiswa