Erik Respons Soal Upah Pekerja

GN.com-Jakarta. Wakil Ketua Komisi IV, Erik Satrya Wardhana angkat bicara soal polemik upah pekerja Indonesia antara APINDO dan Menteri Perdagangan yang juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Gita Wirjawan.

Gita memaparkan upah pekerja dinilai rendah jika dilihat dari iklim investasi, sedang APINDO menyatakan kontrapoduktif dengan Gita yang justru direspons hebat dengan aksi pemblokiran jalan oleh buruh.

Erik memandang polemik tersebut menjadi ajang musiman yang dapat berdampak pada investasi dan daya saing nasional.

Faktor penyebab polekmik, menurut Erik yakni: pertama, lemahnya kapasitas kelembagaan di level Dewan Pengupahan yang terdiri dari buruh, pengusaha dan pemerintah yang mengakibatkan ketidakpuasan atas ketetapan upah. Sehingga dalam kasus Bekasi, buruh merasa tidak dihormati kesepakatannya kemudian mengerahkan massa ke jalan.

Kedua, paradigma upah dalam hubungan industrial masih dinilai sebagai pengeluaran (cost), dan bukan sebagai bagian dari investasi yang dapat memicu produktivitas.

Ketiga,ambiguitas pemerintah sebagai wasit antara pengusaha dan buruh, sehingga cenderung membiarka kedua unsur tersebut bersiteru dan terkesan mengabaikan dampak yang akan terjadi.

Polemik Gita Wiryawan dan Apindo yang diwakili Ketua Bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial, Hariyadi Sukamdani, bermula dari pernyataan Gita bahwa upah minimum pekerja Indonesia masih sangat rendah jika dibandingkan sejumlah negara lain seperti China dan Vietnam. Apindo gerah dengan pernyataan itu dan menganggap Kepala BKPM itu elitis dan tak memahami lapangan.

Sehingga Erik yang juga kader Partai Hanura menghimbau keduanya untuk saling introspeksi diri dan tidak membuat polemik kian panas, sehingga hubungan industri kembali terjamin dan memberi kontribusi pada ketahanan industri serta daya saing nasional. (*)

Recommended For You

About the Author: Wulan Rahayu

Gadis mungil yang kesengsem dengan pemandangan alam ini adalah redaktur pelaksana Gema-nurani.com dan hobi menuangkan isi ide kepalanya dalam sebuah tulisan.