Erik: Stop Impor Bawang Merah

GN.com-Jakarta. Pelaku uasaha di sektor perbawangan, yakni Dewan Bawang Merah Nasional (Debnas), Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Asosiasi Perbenihan Bawang Merah Indonesia (APBMI) dan Asosiasi Petani Bawang Merah Brebes mengadu jatuhnya harga bawang kepada Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dilakukan Wakil Ketua Komisi IV yang juga kader partai Demokrat, Erik Satrya Wardhana membahas jatuhnya harga bawang disebabkan oleh impor bawang dari China dan India.

Harga jual bawang impor jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan harga bawang lokal. Sehingga Erik meminta pemerintah untuk mengatur tata niaga bawang merah agar petani terlindungi dari ancaman impor.

Saat ini, beberapa sentra produksi bawang merah seperti di Brebes Jawa Tengah dan  Nganjuk Jawa Timur sedang panen raya.  Harga bawang ditingkat petani hanya berkisar  Rp 2.500 – Rp 3.000 per kg.

Harga ini terjun bebas, dibandingkan dengan akhir tahun lalu seharga Rp 9.000 – Rp 10.000 per kg, yang merupakan harga terbaik. Dengan kondisi ini, petani mengalami kerugian rata-rata Rp. 20 juta per hektarnya.

Para petani telah menempuh berbagai cara berupa  aksi unjuk rasa menuntut ke Bupati setempat agar mengeluarkan Perbup yang melarang masuknya bawang impor. Selain itu, Desember lalu, terjadi kesepakatan antara Kementrian Pertanian dan Kementrian Perdagangan terkait rekomendasi impor bawang merah harus dikeluarkan oleh Dewan Bawang Merah Nasional (Debnas).

Namun, di lapangan terjadi berlainan. Sehingga Erik menyayangkan kesepakatan impor bawang tersebut belum beregulasi sehingga perbedaan kejadian di lapangan belum bisa ditempuh dengan jalur hukum.

Erik juga meminta Meteri Perdagangan dan Menteri Pertanian untuk segera menghentikan impor dan menata aturan niaga bawang merah yang dapat memberika keadilan kepada petani dan konsumen dalam negeri.

Berdasarkan laporan dari petani dan pengamatan tim Debnas, kondisi yang terjadi sekarang, ada indikasi praktek dumping dalam impor bawang merah di Indonesia. (*)

Recommended For You

About the Author: Wulan Rahayu

Gadis mungil yang kesengsem dengan pemandangan alam ini adalah redaktur pelaksana Gema-nurani.com dan hobi menuangkan isi ide kepalanya dalam sebuah tulisan.