ESW Minta Pemerintah Lawan Tekanan Asing

GN.com-Jakarta. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Erik Satrya Wardhana, meminta pemerintah berani melawan tekanan yang dilakukan agen tunggal pemegang merk (ATPM), untuk mewujudkan suksesnya proyek mobil nasional (Mobnas).

Menurut Erik, Kementrian Perindustrian sendiri dalam paparannya di Rapat Dengar Pendapat, mengakui salah satu hambatan pengembangan Mobnas adalah kuatnya resistensi dari perusahaan multinasional dengan pemegang merk global yang selama ini menguasai pasar domestik.

Jadi, faktor determinan kegagalan program Mobnas apabila dilaksanakan, bukan karena ketidakmampuan kapasitas sumber daya nasional, akan tetapi faktor kemauan (will) dan keberanian pemerintah menghalau tekanan prinsipal dan ATPM.

Selanjutnya, lanjut Erik menunggu pemerintah menyiapkan kebijakan di bidang industri otomotif dengan memberikan insentif dan perlindungan, termasuk tidak mengobral ijin bagi masuknya produk dengan spesifikasi yang dapat diproduksi oleh anak bangsa.

Bila ukuran kemandirian industri otomotif  dilihat dari keberadaan pabrik, Indonesia boleh berbangga karena berbagai merk kendaraan ternama dunia telah mendirikan pabrik manufaktur dan atau perakitan di tanah air.

Namun bila diukur dari sisi penguasaan teknologi dan keleluasaan inovasi, realitas saat ini menunjukkan bahwa industri otomotif yang ada saat ini dikendalikan oleh tiga penguasa pasar otomotif dunia yaitu Jepang, Eropa, dan Amerika.

Raksasa otomotif Jepang, seperti Toyota, Mitsubishi, Suzuki, Isuzu, dan Daihatsu, tambah Erik, merupakan lima besar industri otomotif Indonesia yang saat ini menikmati keuntungan atas besarnya pasar domestik.

Sebagaimana diketahui, pasar mobil di dalam negeri sepanjang 2011 membukukan rekor penjualan tertinggi mencapai 893.420 unit (wholesale), tumbuh 16,83% dibandingkan dengan 2010 sebanyak 764.710 unit. Berdasarkan data tentatif dari ATPM anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), rekor sepanjang tahun lalu tercipta karena penjualan pada Desember 2011 yang tercatat sebanyak 79.921 unit atau tumbuh 18,12% dibandingkan dengan bulan sebelumnya 67.656 unit.

Maleo, Timor, Texmaco telah gagal sebagai proyek nasional. Dalam kesempatan ini, Erik tidak mau Esemka juga ikut gagal. (*)

Recommended For You

About the Author: Wulan Rahayu

Gadis mungil yang kesengsem dengan pemandangan alam ini adalah redaktur pelaksana Gema-nurani.com dan hobi menuangkan isi ide kepalanya dalam sebuah tulisan.