Hanura dan Visi Partai Organik

Partai Politik Indonesia

Berbicara realitas gerak partai politik di Indonesia, maka kita akan menemukan dunia di mana kita diperhadapkan pada sebuah mesin dengan jejaring kebohongan, kepentingan kekuasaan individu dan kelompok.

Partai sebagai alat pengumpul suara rakyat sebagai legitimasi kekuasaan, namun tanpa makna imbal balik yang mensejahterakan. Hal ini terjadi karena budaya politik kita menjauhkan dirinya dari nilai-nilai kemanusiaan. Masa pemilih hanya difungsikan sebagai objek untuk mencapai kekuasaan.

Hamparan dunia politik Indonesia yang secara sistem dan budaya seperti ini siapapun akan bersepakat untuk dirubah.

Tentunya untuk merubahnya butuh tidak hanya sekedar niat, namun harus diiringi dengan tindakan yang sistemik. Tentunya perubahan dimulai dari regulasi kalaupun terdapat masalah.

Tapi yang terpenting dari itu adalah paradigma masyarakat yang telah terlanjur tidak percaya dengan partai manapun dan kader partai manapun (masyarakat secara mayoritas selain konstituen loyalis).

Ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik, pemimpin dan calon pemimpin telah terlanjur disikapi dengan cara-cara yang salah. Bukan rahasia dan menimbulkan keterkejutan kita tentang budaya pragmatis “akut” masa pemilih, misalnya dengan slogan “siapa yang bayar lebih tinggi maka akan saya atau kita pilih”.

Tentunya cara pikir masyarakat seperti ini akan menghantarkan sistem demokrasi pada titik kepunahan dan bangsa ini akan hilang substansinya sebagai sebuah Negara, atau ada sebagai Negara namun esensinya metafisis.

Tentunya Partai Hanura dengan realitas iklim demokrasi dan Partai politik seperti ini harus dengan cepat dan bersegera bersikap tampil ke depan untuk merubah diri sebagai bentuk dari strategi mempertahankan eksistensi partai dan masa depan demokrasi di Indonesia.

Perubahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan partai ini sebagai pelopor sekaligus inisiator dari moda partai organik.

Moda Partai Organik

Kita mingkin sering mendengar sebuah gerakan organic apabila kita cukup bersahabat dengan wacana sosial dan karakter cendikiawan. Kalau Gramsci menggunakan kata organik untuk mengkategorisasikan karakter cendikiawan, namun opsi moda politik organik akan tentu tidak terlalu memiliki perbedaan dengan konsepsi intelektual organik-nya Gramsci baik secara metode namun ada kesamaan pada  subjek penerapan teoritiknya.

Partai organik adalah partai yang kritis terhadap kebijakan, memiliki praksis gerakan nyata yang terukur dan memiliki kader partai yang bukan hanya cerdas akan tetapi memili infestasi moral yang baik.

Tawaran moda partai organik secara substansi adalah sebuah gerakan partai yang yang   bukanlah kelas atau kelompok sosial tersendiri, tetapi memiliki keterkaitan sosial di mana kegiatan yang diberi kategori kritis terhadap kebijakan yang menindas dan memiliki praksis gerakan yang terukur mendapat tempat dalam hubungan sosial masyarakat.

Selain itu, Partai Hanura harus mampu menjadikan dirinya sebagai bagian tak terpisahkan dari berbagai kelas sosial. Melibatkan diri secara aktif dalam ruang-ruang masyarakat baik secara issu maupun masalah-masalah yang nyata atau Partai Hanura tak ditempatkan sebagai kelas tersendiri.

Langkah – Langkah

Langkah strategis yang harus dilakukan adalah melakukan proses kaderisasi secara serius terutama memfokuskan diri pada kelompok muda yang memiliki kapasitas dan integritas. Ketika ini dilakukan, tentunya Hanura sebagai partai harus mengabaikan budaya “upeti politik” yang selama ini terjadi.

Karena pada umumnya kelompok muda secara mayoritas belum memiliki kekuatan financial yang digunakan sebagai “upeti”.

Setelah itu dilakukan tentunya yang tak kalah penting adalah kerja-kerja praksis yang ditujukan untuk melakukan pembelaan dan pemberdayaan dalam segala lini terhadap masyarakat tanpa melihat kelas sosial, karena kunci dari partai organik adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kelompok-kelompok sosial.

Saya berkeyakinan, ketika ini dilakukan, maka Partai Hanura akan menjadi bagian bagi siapa saja yang melakukan perjuangan menegakkan kebenaran guna mewujudkan keadilan, kebebasan, dan demokrasi. (*)

Recommended For You

About the Author: Fitrah Hamdani

Penyaji analisis kontemporer genuin yang bertumpu pada realitas akar-rumput. Malang melintang di dunia akademis, berpadu pada program kaderisasi generasi penerus. Mencintai keluarga dan berharap Indonesia hadir sebagai bangsa yang beridentitas.