Kualifikasi Caleg Masa Depan

Setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu, partai politik disibukkan dengan proses penyusunan dan penataan calon anggota legislatif. Proses pencalegan ini sangat krusial karena menyangkut eksistensi partai ke depan, baik itu dalam pemilu untuk meraup suara maupun di parlemen setelah terpilih menjadi anggota DPR.

Secara umum, pelaksanaan Pemilu 2014 tidak jauh berbeda dengan Pemilu 2009, yaitu menggunakan sisitem proporsional terbuka. Elektabilitas, selain karena faktor partai politik secara umum, juga sangat ditentukan oleh nama caleg yang dicalonkan. Karenanya, figur caleg juga sangat menentukan raihan suara partai politik.

Dan dengan dibaginya zona pertempuran pemilu menjadi daerah pemilihan (untuk pusat ada 77 daerah pemilihan), tentunya membuat partai politik berusaha sebisa mungkin memperoleh kursi di setiap daerah pemilihan.

Dalam Undang-Undang No 8 tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPRD, dan DPD menyebutkan bahwa jumlah kursi setiap daerah pemilihan anggota DPR paling sedikit 3 kursi dan paling banyak 10 kursi. Dan partai politik dapat mengajukan daftar bakal calon legislatif sebanyak 100 persen dari jumlah kursi di setiap daerah pemilihan.

Penyusunan caleg mempunyai pengaruh yang sangat penting, baik itu bagi partai politik yang bersangkutan, maupun bagi bangsa dan negara. Bagi partai politik, hal ini akan mempengaruhi elektabilitasnya, mengingat pemilih akan melihat figur-figur yang ditawarkan oleh partai politik untuk dipilih; apakah populis, kapabel, punya integritas serta reputasi yang baik. Apalagi pemilu dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka. Sehingga partai politik ramai-ramai menjaring caleg dari luar partai yang diaggap bisa meningkatkan elektabilitas seperti artis dan tokoh masyarakat.

Sebagai lembaga politik yang akan menempatkan wakil-wakilnya di parlemen yang juga merupakan wakil dari rakyat, semestinya partai politik harus hati-hati ketika menyusun daftar caleg. Faktor kapasitas dan integritas menjadi prioritas utama. Jangan sampai hanya mengandalkan faktor popularitas semata.

Caleg dan Fungsi Parlemen

Lembaga parlemen (DPR) merupakan lembaga yang sangat strategis dan sangat berperan bagi berjalannya pemerintahan. DPR mempunyai fungsi legislasi, pengawasan, dan budgeting. Dalam fungsinya sebagai legislator, parlemen akan membuat undang-undang yang mengikat seluruh elemen bangsa. Kualitas undang-undang serta keperpihakannya pada kepentingan rakyat sangat ditentukan oleh kualitas anggota DPR yang notabaene dari partai politik.

Selain itu, DPR juga mempunyai fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Sebagai mitra kerja pemerintah, tentunya diharapkan legislatif juga sangat memahami birokrasi serta program pemerintah. Dan yang tak kalah pentingnya adalah fungsi budgeting (anggaran), di mana APBN akan dibahas dan disetujui oleh DPR. Uang triliunan milik negara akan diolah di parlemen, dan ini membutuhkan integritas yang tinggi. Sebab, kalau tidak, bisa jadi rawan penyelewengan.

Mengingat sangat strategisnya fungsi parlemen, maka diharapkan partai politik untuk menempatkan kader-kadernya yang mempunyai potensi dalam daftar caleg pada pemilu mendatang. Kader baru atau tokoh di luar parpol yang akan dicalonkan sebagai caleg haruslah orang yang mempunyai nilai lebih, yang dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara, apabila nantinya terpilih sebagai anggota DPR.

Fungsi partai politik sebagai sarana rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender, bisa diwujudkan tanpa mengesampingkan integritas.

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah