Hary Tanoe dan Elektabilitas Hanura

HT dan Elektabilitas HanuraLangkah Hary Tanoe untuk terus berkiprah dalam dunia politik rupanya tidak main-main. Pada Hari Minggu (17/2), secara resmi beliau bergabung ke Partai Hanura dan diangkat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai.

Selepas keluar dari Partai Nasdem dan pecah kongsi dengan Surya Paloh, Hary Tanoe menjadi magnet bagi partai lain. Partai politik ramai-ramai menawarkan diri dan menyiapkan karpet merah baginya untuk bergabung. Karena, ia merupakan sumber daya yang patut diperhitungkan, mengingat yang bersangkutan adalah seorang pengusaha kaya, sekaligus Raja Media.

Setelah melakukan komunikasi dengan beberapa petinggi partai, akhirnya Harry Tanoe bergabung ke Partai Hanura. Masuknya Harry Tanoe ke partai besutan Wiranto ini juga diikuti oleh gerbongnya ketika sama-sama keluar dari partai sebelumnya. Dan bagi Hanura, masuknya Hary Tanoe merupakan penambah stamina untuk berlaga pada pemilu mendatang. Apalagi di antara partai politik lain yang lolos verifikasi, elektabilitas Hanura paling rendah, berdasarkan hasil survei beberapa lembaga.

Pilihannya jatuh kepada Hanura dikarenakan kesamaan visi dan chemistry. Selain itu, saat ini Hanura merupakan partai yang relatif bersih dari kasus korupsi.

Mengubah Peta Politik Nasional

Bergabungnya Hary Tanoe bisa mengubah peta politik nasional ke depan. Apalagi tidak hanya dirinya, melainkan mantan fungsionaris Nasdem dari pusat sampai daerah juga mengikutinya.

Bagi Partai Hanura, tentunya hal ini akan berdampak besar dan sistemis. Menjelang pemilu yang tinggal setahun lagi, hal tersebut bisa menjadi perangsang, berlari lebih kencang, untuk meningkatkan elektabilitas.

Elektabilitas Hanura kemungkinan besar akan naik setelah bergabungnya Hary Tanoe dikarenakan beberapa faktor. Pertama, figur Hary Tanoe yang dianggap pengusaha kaya sekaligus Raja Media akan memberikan image positif bagi partai. Publik akan menilai bahwa Hanura semakin kuat pendanaannya. Pada tataran pengurus dan kader, baik pusat sampai level bawah, akan muncul kepercayaan diri membesarkan partai, sementara bagi yang di luar partai menjadi tertarik untuk bergabung ke Hanura.

Kedua, ditempatkannya Hary Tanoe sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai, tentu akan memperkuat sense of belonging bagi dirinya terhadap Hanura, sehingga nanti, kontribusinya lebih optimal dalam membesarkan partai, bahkan dalam statemennya ketika jumpa pers, yang bersangkutan akan all out. Hal ini mengindikasikan bahwa dirinya akan berkontribusi secara penuh, baik itu tenaga, pikiran, dan yang lebih penting, dana.

Ketiga, Hary Tanoe yang merupakan Raja Media MNC group, dengan jaringan televisi terbesar di Indonesia tentu akan ikut mem-back-up perjuangan partai dalam meraup suara dalam pemilu. Serangan udara melalui iklan di televisi maupun opini dan pencitraan lewat berita akan sangat berpengaruh dalam meningkatkan elektabilitas. Selama ini, faktor masih rendahnya elektabilitas Hanura, salah satunya dikarenakan minimnya serangan udara.

Elektabilitas

Kondisi partai lain yang sedang dirundung masalah tentunya akan membuat goyah konstituennya, dan berusaha mencari alternatif pilihan. Perilaku pemilih semacam ini bisa dimanfaatkan dan diolah kemudian digiring masuk ke Hanura sebagai partai alternatif yang bisa dibilang solid dan belum tercemar.

Selain itu , pemilih yang sebagian besar swing voter dan kebanyakan masyarakat menengah ke bawah akan mudah terpengaruh serangan udara. Dan kebetulan pula, pemilih tersebut adalah penonton dari televisi yang banyak menyuguhkan sinetron dan infotainment di RCTI, Global TV, MNC TV; produksi MNC group, milik Hary Tanoe.

Amunisi (baca: dana) tak bisa dilepaskan dari partai politik dalam meningkatkan elektabilitasnya. Selain itu, peran media saat ini sangat besar, karena bagaimanapun juga, perlu adanya propaganda untuk menarik simpati publik. Dua hal ini rupanya ada pada diri Hary Tanoe, sehingga banyak partai politik yang mengharapkannya untuk bergabung. Dan dengan bergabungnya Hary Tanoe ke Partai Hanura, bukan tidak mungkin nantinya akan membawa partai ini menjadi pemenang pemilu.

Hary Tanoe dan Gema Hanura

Beruntung, pada Kamis, 13 Desember 2012, Gerakan Muda Hati Nurani Rakyat (Gema Hanura) telah merekomendasikan Hary Tanoesoedibjo untuk mendampingi Wiranto sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pemilu 2014. Rekomendasi tersebut merupakan salah satu hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Gema Hanura.

“Pak Hary Tanoesoedibjo merupakan salah satu nama yang direkomendasikan sebagai cawapres pendamping Pak Wiranto dalam Pilres 2014 mendatang,” begitu ungkap Ketua Umum DPN Gema Hanura, Erik Satrya Wardhana.

Selamat berpartai dengan hati nurani rakyat, Hary Tanoe.

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah