Aceng Fikri ke Hanura, Mungkinkah?

partai-hanura

Setelah dinonaktifkan sebagai Bupati Garut, Aceng Fikri tampaknya masih melanjutkan kiprah politiknya. Keinginan itu terbaca dari rencananya menjadi calon anggota legislatif pada pemilu 2014. Karenanya, Aceng memilih afiliasi politiknya ke Partai Hanura.

Aceng dicopot dari jabatan Bupati Garut karena kasus fenomenalnya itu. Pernikahan siri yang beberapa hari dengan gadis belia, Fany Oktora. Kisahnya menjadi buah bibir tak hanya di Garut, namun juga seantero negeri ini. Karena ulahnya itu, pemerintah pusat memberhentikan Aceng sebagai Bupati. Saat menjadi Bupati, Aceng melalui jalur independen berpasangan dengan Dicky Chandra yang akhirnya terjadi pecah kongsi dan Dicky mundur dari Wakil Bupati.

Kisah kehidupan pribadi pejabat dan politisi, terutama soal asmara, perselingkuhan, maupun poligami sebenarnya sudah sering terjadi di negeri ini. Beberapa di antaranya menghebohkan pemberitaan di media, termasuk Aceng. Soal Aceng sebetulnya soal etika terkait kedudukannya sebagai Bupati dan ditunggangi kepentingan politik.

Keinginan Aceng Fikri menjadi Caleg juga menjadi sorotan, meskipun sebenarnya sah-sah saja. Mengenai ini, Partai Hanura pun dilematis. Di satu sisi, senang semakin banyak yang bergabung. Namun di lain sisi, ada semacam “kekhawatiran” terkena dampak sentimen masyarakat terhadap Aceng, dari kasusnya yang belum lama ini dan dianggap oleh beberapa kalangan sebuah kesalahan.

Salah satu organisasi sayap Partai Hanura, DPP Srikandi Hanura bersikeras menolak Aceng sebagai Caleg dari Partai Hanura. Tampaknya hasrat untuk menjadi angota DPR bagi mantan Bupati Garut ini akan terganjal.

Pilihan Aceng untuk terus berkiprah di dunia politik adalah hak setiap warga-negara dan patut diapresiasi. Pilihannya ke Partai Hanura juga bukan tanpa alasan. Aceng tampaknya memandang partai ini kredibel dibanding yang lain dan optimismenya meraup suara yang besar dalam Pemilu.

Pertimbangan Hanura

Hanura tentu akan menghitung peluang politiknya dengan masuknya Aceng. Jangan sampai bergabungnya seseorang ke dalamnya justru memperburuk citra partai, bukan memperkuat posisi Hanura menghadapi pemilu. Saat ini, banyak figur yang merapat ke Hanura, bahkan sepuluh partai politik yang tidak lolos verifikasi sudah menyatakan sikapnya untuk bergabung.

Sebenarnya, secara administratif Aceng masih memenuhi syarat sebagai calon anggota legislatif. Namun pernikahan kilatnya yang sempat menghebohkan itu dikhawatirkan menjadi citra buruk. Terutama bagi kalangan perempuan. Karena dengan kasusnya itu Aceng terkesan melecehkan wanita. Bahkan, dipecat Aceng dari Golkar karena desakan seorang politisi perempuan Golkar.

Mungkin lebih aman, Hanura tak perlu mengajukannya sebagai Caleg. Dikhawatirkan menimbulkan daya tolak yang sudah tentu berimbas pada menurunnya elektabilitas partai. Apalagi saat ini kita tahu, Hanura sedang naik daun.

Persoalan pribadi dan keluarga (baca: perselingkuhan, asmara, poligami dll) terkadang menjadi isu sensitif bagi pejabat dan politisi dan berdampak pada karir serta citra di publik.

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah