Geliat Hanura Pasca-Masuknya Hary Tanoe

Geliat Hanura Pasca-Masuknya Hary TanoeSebagai partai politik yang sudah resmi menjadi peserta Pemilu 2014, Hanura sudah menampakkan geliat politiknya untuk bersaing menghadapi perhelatan politik nasional. Dibandingkan partai poltik lain yang duduk di parlemen, saat ini Hanura memang yang paling kecil. Dari beberapa hasil survei yang terdahulu, elektabilitas Hanura paling rendah. Namun akhir-akhir ini, elektabilitasnya mulai naik, seiring merosotnya elektabilitas partai politik lain.

Hanura semakin bergairah setelah Hary Tanoe masuk bersama gerbongnya dan mempunyai komitmen untuk membesarkan partai, bahkan yang bersangkutan berjanji akan all out buat Hanura. Hal tersebut tentunya akan menambah stamina dan membuat kepercayaan diri partai politik ini untuk bisa menang.

Saat ini Hanura masih dianggap partai politik yang bersih, dan bebas dari kasus korupsi, yang tentunya akan menjadi image positif dalam kacamata publik. Apalagi belakangan ini, elite serta kader partai politik banyak yang tersandera kasus korupsi, dan hal ini tentunya menimbulkan turunnya kepercayaan publik terhadap politisi.

Bergabungnya Aktivis 98

Sesuatu yang cukup mengejutkan, belum lama ini, sebagian aktivis 98 yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Senat se-Jakarta (sekitar 50 aktivis) masuk ke Hanura dan berniat ikut andil berpolitik bersama Hanura. Para aktivis ini adalah mereka yang bisa dibilang berseberangan dengan Wiranto pada masa sekitar 98, ketika terjadi unjuk rasa besar-besaran menuntut reformasi, di mana Panglima ABRI dijabat oleh Wiranto.

Selain itu, banyak juga migrasi kader partai politik lain, yang kemudian bergabung ke partai besutan Wiranto. Ini terjadi, baik itu di tingkat pusat maupun daerah.

Beberapa konflik serta kasus yang menimpa partai politik lain ternyata membawa berkah tersendiri bagi Hanura. Sebagian besar mereka yang hengkang dari partainya, akhirnya memilih masuk ke Hanura.

Kalau Hanura ingin menjadi partai politik yang besar dalam kancah perpolitikan nasional, perlu kiranya dilakukan langkah-langkah serius untuk membenahi struktur dan jaringan partai. Selama ini, simpul-simpul partai belum tergarap secara optimal. Organisasi sayap yang merupakan kepanjangan partai belum terlihat kiprahnya secara nyata.

Jalan Menuju Kemenangan

Untuk menyambut Pemilu 2014 yang sudah tidak lama lagi, Hanura harus semakin bergairah dan bergelora, kalau ingin menjadi pemenang. Berbagai elemen perlu dirangkul untuk meningkatkan performa partai. Masuknya mantan aktivis 98 merupakan gejala positif bagi Hanura. Hal ini bisa mengubah stigma Ketua Umumnya yang dianggap musuh aktivis 98. Ditambah lagi, migrasi beberapa kader dari partai politik lain yang akan semakin menambah kuantitas serta kualitas kader.

Proses penyususnan daftar caleg merupakan momentum strategis untuk melakukan pemetaan kantong-kantong suara dalam pemilu. Output pemilu (baca: legislatif) adalah anggota DPR terpilih. Zona pemilu dibagi-bagi menjadi beberapa daerah pemilihan (untuk pusat ada 77 dapil). Ini tentunya perlu penekanan di tiap-tiap dapil dalam hal merebut kursi, paling tidak satu kursi di tiap dapil. Jumlah caleg yang banyak (sejumlah kursi yang diperebutkan dimasing masing dapil) bisa menjadi vote getter dan bukannya rivalitas yang negatif.

Di samping itu, pola kampanye yang efektif dan realistis harus digarap dan dilaksanakan secara kreatif untuk menarik simpati publik. Bergabungnya artis serta dukungan media (baca: MNC group milik Hary Tanoe) bisa diberdayakan untuk mengemas kampanye yang lebih mengena. Saat ini, publik kurang begitu suka dengan jargon yang muluk-muluk dan terkesan bombastis.

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah