Peran Parpol dalam Seleksi Caleg

Peran Parpol dalam Seleksi CalegMenjelang pemilu legislatif 2014 partai politik ramai-ramai merekrut calon anggota legislatif (caleg) untuk dicalonkan, dan diharapkan pula dapat mendongkrak elektabilitas partainya. Selain diumumkan secara terbuka untuk menjaring khalayak umum, partai politik juga merekrut kalangan selebritis (artis) karena dianggap mempunyai popularitas.

Langkah partai politik merekrut caleg dari luar partai yang sebelumnya bukan kader sebenarnya menunjukkan kalau institusi kepartaian belum berhasil dalam pola perkaderannya. Kalau caleg yang dari luar hanya satu dua orang saja tentu tidak masalah, tapi kalau mendominasi tentu kurang baik bagi pendidikan politik kita.

Dalam mengusung figur caleg yang akan ditawarkan kepada pemilih, partai politik diharapkan selektif dan menyeleksi berdasarkan kriteria tertentu, dan tidak hanya sebatas lolos persyaratan administrasi saja. Perlu adanya persyaratan yang spesifik di internal partai politik sesuai dengan platform partainya.

Untuk mendongkrak elektabilitas partai politik dalam pemilu, faktor popularitas caleg memang menjadi kriteria yang menonjol. Namun, jangan sampai hanya terpaku pada kepopuleran seseorang dalam menempatkan caleg yang diajukan. Kelayakan dan kepatutan seseorang juga semestinya menjadi faktor penentu.

Anggota Legislatif Mumpuni

Lembaga legislatif (DPR) merupakan institusi yang sangat strategis bagi negara. Oleh karena itu, perlu disiapkan orang-orang mumpuni untuk duduk di lembaga ini. Siapa pun orang dan latar belakangnya, baik itu figur populis maupun yang belum terkenal, atau bahkan kader partai politik yang sudah berkiprah cukup lama, perlu mempersiapkan diri dan juga dipersiapkan oleh partai politik yang mengusungnya. Hal ini agar caleg terpilih nantinya benar-benar layak menjadi anggota legislatif yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, namun juga mempunyai kapasitas memadai.

Untuk mendapatkan anggota legislatif yang mumpuni, caleg harus dipersiapkan dengan baik, menyangkut performa pribadi. Dalam hal ini, penampilan, baik secara fisik maupun mental, kapasitas intlektual, dedikasi yang tinggi terhadap bangsa dan negara, penguasaan terhadap legal standing, dan juga masalah ketatanegaraan.

Peran Partai Politik

Partai politik mempunyai andil yang besar terhadap proses pencalegan ini, mengingat pintu masuknya melalui partai politik. Sehingga peran partai politik sangat besar dalam menghasilkan anggota legislatif yang berkualitas. Caleg yang diusung semestinya sudah melalui beberapa tahapan tertentu di internal partai, selain mendaftar dan memenuhi persyaratan administratif. Partai politik harus melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap caleg; paling tidak dalam jangka waktu tertentu.

Sebelum dicalonkan, para caleg perlu mengikuti training, berupa pendidikan politik yang itu diadakan oleh partai politiknya. Pola yang dipakai menggunakan sistem kelas seperti sekolah yang berdurasi paling tidak satu minggu.

Materi training adalah seputar politik, tata-negara, fungsi dan kewenangan anggota legislatif, serta menyangkut kepribadian. Yang itu disampaikan oleh fungsionaris partai politik maupun oleh para pakar yang kompeten dalam bidangnya.

Dengan mendapatkan pelatihan sebelum menjadi anggota legislatif, diharapkan caleg sudah siap pakai kalau seandainya terpilih dalam pemilu. Terutama bagi caleg yang masih baru bersentuhan dengan dunia politik.

Setelah menjadi anggota DPR, sudah sepantasnyalah para legislator bekerja penuh waktu, dan juga dibutuhkan totalitas dalam mengemban amanah dari rakyat, dan bukan merupakan kerjaan sambilan. Ini demi terwujudnya fungsi dan peran anggota legislatif yang optimal.

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah