Simpan Daya Tarik, Partai Hanura Dilirik

Simpan Daya Tarik, Partai Hanura Dilirik

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) diminati. Keberuntungan atas berjalanya dinamika politik awal tahun ini jatuh di tangan Hanura. Setumpuk optimisme bagi partai ini setelah mendapat kekuatan baru yang menjanjikan. Ibarat mendapat angin segar, itulah yang tengah dirasakan Partai Hanura.

Mantan Kader NasDem ”Bedol Desa” ke Partai Hati Nurani Rakyat

Kejutan besar Partai Hanura dimulai pada bulan februari lalu, saat pengusaha media nasional Hary Tanoesoedibjo menyatakan diri bergabung bersama Hanura. Hary Tanoe mengaku tertarik dengan kondsi partai Hanura yang jauh dari kasus korupsi. Selain memiliki visi yang sama, Hary juga mengaku ia punya chemistry  (kecocokan) dengan Wiranto, ketua umum Partai Hanura. (Kompas, senin 18 Februari 2013).

Kejutan selanjutnya, Partai Hanura kebanjiran kader baru dipelbagai daerah. Langkah politik yang diambil Hary Tanoesoedibjo ternyata diikuti oleh loyalisnya semasa di partai Nasdem dahulu. Hal itu berawal dari gabungnya 15 ribu eks kader Nasdem ke Partai Hanura. Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Ahmad Rofiq menjelaskan, bergabungnya gerbong besar Hari Tanoe karena memiliki kesamaan visi dan misi dengan Partai Hanura untuk membangun bangsa (Republika, 18/02/2013).

Sejumlah Partai Politik Gabung ke Hanura

Ternyata angin segar itu tak berhenti setibanya Hary Tanoesodibjo dan gerbongnya. Tidak segan–segan sepuluh partai politik telah menyatakan diri siap bergabung bersama Partai Hanura. Sepuluh partai politik yang tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2014 memutuskan untuk bergabung dengan Hanura. Mereka resmi menyatakan bergabung dan telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) di Kantor DPP Partai Partai Hati Nurani Rakyat.

Partai Peduli Rakyat Nasional, besutan Amelia Yani telah mengawali langkah politiknya bergabung dengan Hanura. Di mata PPRN, Wiranto adalah sosok yang selalu menggunakan hati nurani dalam berpolitik. Itulah alasan mengapa PPRN melabuhkan pilihan bergabung ke Partai Hanura (Republika, 18/02/2013).

Sepuluh partai yang telah bergabung itu adalah Partai Kedaulatan, Partai Republikan, Partai Nasional Republik, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Pemuda Indonesia, Partai Kongres, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Demokrasi Perjuangan, dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (Tribun, 10/03/2013).

Politisi hingga Aktivis Merapat ke Partai Hanura

Animo masyarakat untuk bergabung ke Hanura saat ini sangat tinggi. Tidak terbatas pada golongan dan daerah, bahkan Forum Senat Mahasiswa Jakarta 1998 (FSMJ 98) memutuskan untuk bergabung dengan Partai Hanura. Rekam jejak yang bersih dan terhindar dari KKN menjadi alasan utama Forum Senat Mahasiswa Jakarta 1998 (FSMJ 98) bergabung dengan Partai besutan Wiranto itu.

FSMJ 98 menilai kacaunya situasi negara saat ini disebabkan nilai-nilai reformasi yang dulu mereka perjuangkan telah diselewengkan. Untuk itu, mereka menganggap Partai Hanura mampu mengembalikan kondisi Indonesia jauh lebih baik (Jawa Post, 7/03/2013).

Sejalan dengan langkah yang ditempuh para aktivis yang tergabung dalam Forum Senat Mahasiswa Jakarta  1998 (FSMJ 98), Politisi sekaligus pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi juga sepakat untuk mengibarkan bendera Hanura bersama Wiranto. Langkah Yusuf ini diawali dari kepercyaanya atas kondisi partai Hanura yang dia anggap bersih dari KKN.

Recommended For You

About the Author: Astama Izqi Winata