Kekuatan Politik Hanura Menjanjikan

partai-hanura

Sejumlah partai politik dan beberapa tokoh yang bergabung ke Partai Hanura belum lama ini secara otomatis menamba kekuatan politik Hanura bertarung di pemilihan Presiden 2014. Bergabungnya kekuatan politik di atas tak sekedar menambah kuantitas kader partai. Lebih dari itu, mereka yang ikut bergabung berjanji membawa sejumlah kekuatan politik untuk membesarkan Hanura.

Di samping bertambahnya kader, citra Partai Hanura yang bebas dari virus korupsi juga menjadi trend positif partai besutan Wiranto ini. Ini mengindikasikan, Partai Hanura menyimpan prospek cukup baik di pemilihan umum mendatang.

Lily Wahid Arahkan NU ke Hanura

Mantan Politisi partai kebangkitan bangsa (PKB) lily Wahid akhirnya berlabuh ke Partai Hanura. Melalui konferensi pers yang diadakan di kantor Dewan Pembina Pusat (DPP) Hanura, Jakarta. Diumumkan bahwa, Lily Wahid resmi bergabung dengan Partai Hanura dan telah dikukuhkan oleh ketua umum Hanura, Wiranto. (Kompas, 28/3/2013)

Lily Wahid berharap pihaknya bisa menjadi jembatan bagi Nahdlatul Ulama  dengan Partai Hanura. Ia juga bertekad mengarahkan dukungan Nahdlatul Ulama  untuk Partai Hanura pada pemilihan umum mendatang.

Politisi sekaligus adik alm Abdulrahman Wahid  (Gusdur) ini mengangku ada kecocokan Nahdlatul Ulama dengan partai yang kini tengah digawangi Wiranto itu . Baginya, sudah tak asing lagi sosok Wiranto dengan Nahdlatul Ulama, dalam hal misi dan visi keduanya telah klop satu arah membangun bangsa. Dengan kesamaan visi dan misi ini, Lily percaya, konstituenya sekaligus dan warga Nahdlatul Ulama akan memberikan dukungan buat Partai Hanura.

Ini bukan pertama kali  koalisi yang dilakukan Wiranto dengan Nahdlatul Ulama. Pada 2004 Wiranto telah menempuh hal serupa ketika menjadi calon Presiden bersama Solahuddin Wahid. (Antara, 28/3/2013)

Hanura Partai Terbersih

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang digelar di Hotel Atlet Century senayan pada Minggu (24/3/2013), Hanura memuncaki hasil survei dengan predikat partai terbersih di Indonesia. Survei yang dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia pada tanggal 1 hingga 5 Maret itu didukung dengan 1.230 responden.

Hasil survei menunjukkan, 13,5 persen masyarakat Indonesia menganggap Hanura sebagai partai yang bersih dari korupsi. Disusul oleh PDI Perjuangan dengan perolehan 9,2 persen. Sementara, Partai Demokrat menempati posisi juru kunci dengan perolehan 0,7 persen.

Dengan hasil positif ini, prospek Partai Hanura di pemilihan umum mendatang sangat menjanjikan. Dengan demikian, Partai Hanura siap memenangkan pemilihan umum mendatang. (Okezone, 24/3/2013)

Recommended For You

About the Author: Astama Izqi Winata