Elektabilitas Wiranto dan Hanura Meroket

elektabilitas wiranto naik

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Klimatologi Politik (LKP). Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto kembali dicatat sebagai tokoh dengan tingkat elektabilitas tinggi. Survei yang dilaksanakan pada tanggal 20-30 Maret 2013 itu mencatatkan Partai Hanura sebagai salah satu partai politik yang paling diminati publik.

Partai Hanura berhasil menyalip partai–partai terfavorit. Seperti Golkar, Demokrat dan PKS. Sementara, Wiranto berhasil menyalip nama–nama calon Presiden populer seperti Aburizal Bakrie dan Megawati Soekarno Putri.

Diberitakan Kompas, Minggu (28/4/2013), tingkat elektabilitas Wiranto mencapai 15,4 persen di atas Aburizal Bakrie (14,4 persen) dan Megawati Soekarno Putri (13,3 persen). Hasil menggembirakan juga dirasakan Partai Hanura yang tingkat elektabilitasnya melonjak hingga mencapai 8,1 persen di atas Partai Demokrat yang hanya mendapatkan 7,8 persen

Survei LKP dilaksanakan di 33 Provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1225 responden melalui teknik multistage random sampling. Angka kesalahan (margin of error) +/-2,8 persen dan level of confidence 95 persen.

Status Partai Hanura yang bebas dari jeratan kasus korupsi menjadi salah satu poin penilaian Publik. “Tingkat elektabilitas Hanura melesat karena publik mempersepsikan Partai Hanura sebagai Parpol bersih dan bebas dari korupsi.” Kata Direktur Eksekutif LKP Usman Rachman kepada rakyat merdeka online.com.

Posisi Partai Hanura yang berada di luar kekuasaan (oposisi) diperkirakan Usman sebagai Partai dengan tingkat pengakuan tinggi, dengan posisi tersebut Partai Hanura tidak terjebak pada informasi miring seperti mafia banggar, setoran partai dan sebagainya.

Figur Wiranto

Sosok Ketua Umum Partai Hanura sebagai tokoh yang bersih menjadi pertimbangan publik memlilih pemimpin Indonesia mendatang. Selain sebagai figur yang tegas, Wiranto juga dipersepsi public sebagai sosok yang kritis. “Wiranto memiliki ketegasan dan integritas, tegas tidak berarti otoriter melainkan tegas dalam mengambil kebijakan.” Tutur Usaman Rahcman seperti dilansir rakyat merdeka online.com.

Hal lain yang menjadi penilian Publik terhadap Wiranto, adalah sikapnya yang kritis. Sikap kritis Wiranto disampaikan secara elegan. Kritikan Wiranto terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah juga bersifat membangun. Sehinga, tak berlebihan jika Wiranto dipersepsikan sebagai figur yang argumentative, karena setiap kritik yang Ia sampaikan tidak tendensius apalagi asal kritik.

Latar belakang Wiranto sebagai mantan anggota TNI juga menuai simpati dari publik. “Calon presiden dengan latar belakang TNI Angkatan Darat diyakini publik memiliki pengetahuan tentang kondisi wilayah Indoensia dan dianggap mampu menjadi pemimpin yang tangguh.” Tegas Usaman seperti dikutip Jakarta Post.

Recommended For You

About the Author: Astama Izqi Winata