Hanura Bebas dari Patronase Orde Baru

Hanura Bebas dari Patronase Orde Baru

Orde Baru belum berlalu, sejumlah kalangan menganggap masih ada hingga sekarang. Pun demikian, masyarakat seperti ingin kembali pada masa itu. Terbukti dengan maraknya popularitas Soeharto di kalangan wong cilik dengan tampilan jargon “piye kabare”.

Demikian dengan Hanura, yang diprediksi berasal dari Orde Baru dengan. Disebut demikian karena ada kedekatan antara Ketua Umum Hanura Wiranto, dengan keluarga cendana. Pernah menjabat sebagai mantan ajudan Presiden Soeharto adalah alasan kenapa kedekatan itu ada. Terlepas dari itu, Wiranto juga termasuk kader Golkar kala itu.

Namun, partai besutan Wiranto ini mampu tumbuh menjadi partai politik yang bebas dari pengaruh Orde Baru sekaligus bersih dari ikatan politik lama. “Dalam perkembanganya, Hanura menjadi partai baru yang berupaya melepaskan diri dari ikatan politik lama.” Ungkap pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens kepada Pesatnews.

Hanura sebagai partai modern telah membuktikan kepada masyarakat, bahwa ia adalah partai politik yang bebas dari hegemoni apa pun. “Kita tidak bisa mengatakan Wiranto didukung cendana lagi. Dan wiranto telah bisa lepas dari patronase Orde Baru.” Jelas Boni.

Sambung Boni, hadirnya Hary Tanoesoedibjo (HT) dapat membantu Hanura menjadi partai baru yang mandiri. “Setelah Hary Tanoe masuk di Hanura, partai besutan Wiranto ini semakin menjadi mandiri.” Jelasnya. Pengamat Politik, Ray Rangkuti menilai, sejak Wiranto mendirikan Hanura sebenarnya sudah tidak ada lagi hubungan yang signifikan dengan titisan Orde Baru ataupun cendana.

Politik dinasti

Sejalan dengan kondisi Partai Hanura yang kini tengah terlepas dari pengaruh politik lama. Hanura lahir dengan gagasan dan pandangan politik baru. Hal tersebut dibuktikan oleh Ketua Umum Hanura, Wiranto yang secara tegas menghindari dan mencegah adanya politik dinasti.

Langka Wiranto menghindari politik dinasti adalah dengan mencegah adanya calon legislatif keluarga dalam pencalonan anggota legislative 2014. “Saya mencegah jangan sampai sistem family mengalahkan kualitas.” Ungkap Wiranto, seperti dikutip Okezone.

Wiranto menilai, sitem family mengalahkan satu tujuan untuk mendapatkan wakil rakyat yang berkualitas, berintegritas dan memliki kompetensi. Hanura kini, tengah fokus memilih kader yang memang berkualitas dan lepas dari unsur politik dinasti.

Recommended For You

About the Author: Astama Izqi Winata