Harga BBM Naik, Hanura Tetap Bersama Rakyat

Hanura Tetap Bersama Rakyat
Hanura Tetap Bersama Rakyat

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar berdampak pada kenaikan harga bahan pokok lainnya. Seperti harga daging ayam di Bone, Sulsel, yang naik dari Rp 28.000 menjadi 45.000 per kilogramnya atau naik sekitar 61 persen. Sementara itu, harga daging sapi di Pangkal Pinang, Babel pascakenaikan harga BBM naik dari Rp 90.000 per kilogram menjadi Rp 120.000 atau naik sekitar 33,3 persen. Di Surabaya, Jatim, harga komoditas cabai rawit hijau naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram, atau naik sekitar 40 persen (Kompas, 24/6/2013).

Beban hidup rakyat semakin bertambah. Harga BBM dan sembako naik. Pendapatan mereka tidak mengalami kenaikan. Di sisi lain, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 150.000 per bulan selama empat bulan ke depan, diyakini tidak akan banyak membantu mengurangi beban hidup dan penderitaan rakyat. Apalagi saat ini merupakan tahun ajaran baru dan menjelang memasuki bulan Ramadan.

Melihat kondisi itu,  Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) melarang seluruh anggota DPR RI dari Fraksi Hanura melakukan kunjungan-kunjungan dinas ke luar negeri. Keputusan itu sebagai  bentuk sikap Hanura atas beban rakyat kecil yang kini makin berat.

Ketua Fraksi Hanura, Syarifuddin Sudding, dikutip dari Sayangi.com (24/6/2013) mengatakan, melihat kondisi saat ini maka tidak seharusnya anggota DPR RI yang mewakili rakyat melakukan perjalanan-perjalanan ke luar negeri yang menghabiskan dana hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Keputusan tegas tersebut berlaku mulai hari ini sampai waktu yang belum ditentukan.

“Kami sangat memahami  dan berempati pada kesulitan rakyat kecil yang terjadi saat ini. Untuk itu, seluruh anggota Fraksi Hanura, bahkan termasuk pimpinan fraksi, tidak diperkenankan melakukan kunjungan-kunjungan dinas ke luar negeri,’’ tegas dia saat memberikan penjelasan kepada seluruh anggota pada rapat fraksi Hanura di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Oleh karena itu, lanjut Sudding, ketika melihat kondisi rakyat kecil yang demikian, sangatlah tidak berempati ketika anggota DPR malah berkunjung ke luar negeri. “Sekarang ini rakyat kita lagi susah, tidak seharusnya kita melakukan kunjungan-kunjungan ke luar negeri terus,’’ paparnya.

Kunjungan ke luar negeri bagi anggota DPR RI dari Fraksi Hanura, masih memungkinkan untuk dilakukan, namun harus dengan persetujuan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto. “Dalam hal yang sangat urgen, misalnya anggota di komisi I DPR yang membidangi luar negeri, Ketua Fraksi akan memberikan persetujuan asalkan anggota DPR RI dari Fraksi Hanura sudah mendapatkan izin khusus dari Ketua Umum Partai Hanura, Bapak Wiranto. Hal ini sudah menjadi keputusan bersama antara Partai dan Fraksi Hanura,’’ tandas Sudding.

Hal ini dilakukan Fraksi Hanura untuk membersamai dan berempati kepada rakyat. Agar rakyat tidak merasa sendirian hidup di negara yang pemerintahnya tidak memiliki empati terhadap penderitaan dan beban hidup rakyat. Sehingga Hanura akan selalu tetap bersama rakyat.

Recommended For You

About the Author: Bonnie Eko Bani

Mahasiswa yang mencurahkan tulisannya di beberapa media