Kalah Voting, HANURA Tetap Menolak Kenaikan Harga BBM

pasti-naik-pertaminaAlih-alih patah semangat, kekalahan dalam voting Sidang Paripurna DPR membahas RUU APBN-P 2013 membuat Fraksi Partai HANURA semakin bersemangat dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Kekecewaan rakyat
atas keputusan rapat paripurna DPR RI yang mengetok palu persetujuan RAPBN-P 2013 melalui voting, sama dengan yang dirasakan oleh Fraksi Partai HANURA saat ini. Dan dalam waktu yang tidak lama lagi pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi, sebagaimana yang tercantum dalam
Pasal 8 RUU Perubahan atas UU No. 19 Tahun 2012 Tentang APBN 2013.

Sejak awal, Fraksi Partai HANURA bulat bersikap menolak tegas rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, karena landasan konstitusionalnya bertolak belakang dengan tujuan bernegara untuk memakmurkan rakyat. Menurut Fraksi HANURA, terjadinya defisit keuangan negara merupakan
kelemahan sekaligus kelalaian pemerintah didalam mengelola keuangan negara, bukan karena subsidi BBM yang meningkat.

Juru bicara Fraksi HANURA, Erik Satrya Wardhana, dalam Rapat Paripurna, (Senin, 17/6), menjelaskan penolakan fraksinya atas kenaikan harga BBM bersubsidi berdasarkan optimalisasi pendapatan negara masih dapat ditingkatkan melalui efisiensi tata kelola dan peningkatan produksi.
Menurut Erik, Kenaikan BBM ini dapat meningkatkan inflasi mencapai 7,76% dan akan mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat Indoensia secara umum yang berefek pada meningkatnya jumlah rakyat miskin.

Voting RUU APBN-P 2013, kemarin (Senin, 17/6), Fraksi Partai HANURA menolak usulan pemerintah menaikkan harga BBM bersama 181 anggota dari Fraksi PDIP, Partai Gerindra, dan PKS. Sementara, mayoritas anggota DPR memilih opsi menerima dan setuju atas kenaikan harga BBM sebanyak 338 anggota dari fraksi-fraksi partai koalisi pendukung pemerintah (Partai Demokrat, Golkar, PPP, PAN dan PKB).

Partai HANURA lewat siaran persnya memohon maaf kepada segenap rakyat Indonesia karena belum dapat membendung keinginan pemerintah (dengan sokongan segudang logistik dan koalisinya) menaikkan harga BBM. Kenaikan harga ini jelas akan menambah beban rakyat, apalagi saat ini memasuki tahun ajaran baru sekolah, menjelang Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Namun, dengan kekuatan hati nurani dan dukungan penuh rakyat, Partai HANURA akan terus berjuang mewujudkan cita-cita nasional untuk menjadi negara mandiri, berdaulat, adil, dan makmur. Ke depannya, Fraksi Partai HANURA tetap mengawasi dan mengawal kebijakan kenaikan harga BBM dan program kompensasinya. Agar, rakyat tidak merasa sendirian menghadapi pemerintah yang belum berempati terhadap rakyatnya.

Recommended For You

About the Author: Bonnie Eko Bani

Mahasiswa yang mencurahkan tulisannya di beberapa media