Ambang Batas Capres Perlu Diturunkan

Ilustrasi 20 persen ambang batas PT
Ilustrasi 20 persen ambang batas PT

Soal ambang batas suara partai untuk mengusung calon presiden atau presidential threshold disikapi secara berbeda oleh beberapa partai di DPR. Enam fraksi di DPR tetap mempertahankan presidential threshold sebesar 20 persen. Sementara fraksi lain berusaha agar syarat itu direvisi.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Amanat Nasional (PAN) bersikukuh agar syarat ambang batas presiden tersebut tidak direvisi. Alasannya, bila presidential threshold kecil, Pemilu Presiden akan berlangsung dua putaran. Hal itu dikatakan Ketua Fraksi PAN, Tjatur Sapto Edy, (dikutip dari Koran Tempo, Selasa, 9 Juli 2013).

Sementara Partai Hanura berpendapat, ambang batas presiden perlu diturunkan melalui revisi Undang-Undang Pemilihan Presiden. Hal itu perlu dilakukan untuk memunculkan calon presiden alternatif. Di mana partai ini baru saja mendeklarasikan pasangan Wiranto-Harry Tanoesoedibjo (HT) sebagai capres-cawapres pada Selasa, 2 Juli 2013.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura di DPR, Saleh Husin, mengatakan, “Jika syarat (ambang batas presiden) tetap, sulit muncul calon alternatif.”

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIP), Indria Samego, berpendapat, syarat ambang batas 20 persen itu hanya menguntungkan partai besar.

Indria menambahkan, untuk memunculkan calon alternatif, ambang batas itu perlu diturunkan. “Supaya calon presiden tidak jadi dominasi partai besar.”

Harapannya, pada Pemilihan Presiden 2014 akan banyak bermunculan calon alternatif, serta mampu mendengarkan hati nurani rakyat yang selalu berharap kehidupan lebih baik. Pada akhirnya, rakyat tidak disuguhi calon presiden 4L (lu lagi, lu lagi).

Recommended For You

About the Author: Bonnie Eko Bani

Mahasiswa yang mencurahkan tulisannya di beberapa media