Deklarasi Wiranto-HT dan Pemilu 2014

wiranto-ht2
Deklarasi Wiranto-HT/kabarcepat.com

Secara mengejutkan, Partai Hanura mendeklarasikan Wiranto dan Hary Tanoe sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014. Dampak positif bagi Hanura pada Pemilu 2014.

Sejak awal, Hanura memang mengusung ketua umumnya sebagai calon presiden, sementara figur yang akan disandingkan sebagai calon wakil presiden, Hanura masih menimang-nimang.

Dibandingkan partai politik maupun kandidat presiden lain, deklarasi tersebut dibilang paling awal, karena sampai saat ini belum ada pasangan presiden dan wakil presiden lain yang secara resmi mendeklarasikan diri. Pada umumnya partai politik masih menunggu hasil pemilu legislatif serta dinamika politik yang ada. Terlebih ambang batas persyaratan sebesar dua puluh persen perolehan suara pemilu legislatif dirasa tinggi. Sementara revisi undang-undang terkait pemilu presiden belum menemui titik temu.

Langkah Hanura sebenarnya patut diapresiasi di tengah kegalauan partai politik untuk mengusung calon presiden dan wakil presidennya. Dan Hanura dengan berani mengusung jagonya dari internal partai. Ya, Wiranto adalah Ketua Umum dan Hary Tanoe adalah Ketua Bappilu, yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Partai.

Persyaratan sebagai calon presiden dan wakil presiden yang mengharuskan diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik memberikan peluang bagi partai politik sebagai wadah untuk menjaring serta mempersiapkan kadernya terlibat masuk dalam bursa seleksi kepemimpinan nasional. Selain mempersiapkan calon anggota legislatif, mempersiapkan calon presiden dan wakli presiden juga merupakan keterdesakan kalau pada pemilu nanti berharap memperoleh raihan suara yang tinggi. Partai politik harus memantapkan diri mengusung siapa yang akan dicalonkan dalam pilpres.

Dampak Positif Deklarasi

Deklarasi Wiranto dan Hary Tanusudibyo yang lebih awal bagi Partai Hanura akan berdampak positif pada pemilu legislatif. Caleg baik di tingkat pusat maupun daerah semakin percaya diri menghadapi pemilu.

Pemilu 2014, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden, mempunyai keterkaitan. Dari sisi isu dan kerja politiknya relatif sama dalam upaya meraup perolehan suara. Dan semestinya keduanya harus disinergikan oleh partai politik.

Saat ini, bursa calon presiden dan wakil presiden memang sudah marak. Beberapa nama sudah bertekad maju dan digadang-gadang, baik oleh partai politik maupun masyarakat. Semakin seru dikarenakan lembaga survei sudah sering merilis elektabilitas nama-nama tersebut.

Pasangan Wiranto dan Hary Tanoe merupakan kombinasi dua figur yang saling melengkapi. Keduanya berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Hal inilah yang diharapkan bisa menaikkan elektabilitasnya. Dan apabila nanti keduanya benar-benar terpilih sebagai presiden dan wakil presiden tentu akan serasi. Wiranto dikenal sebagai mantan petinggi militer yang tegas dan sudah banyak pengalaman, baik dalam karier kemiliteran maupun pemerintahan. Sementara Hary Tanoe merupakan sosok muda yang berhasil dalam bisnis. Selain itu, keduanya mewakili keragaman etnis di Indonesia.

Hary Tanoe Diusulkan Rapimnas II Gema Hanura

Munculnya nama Hary Tanoe sebagai calon wakil presiden mendampingi Wiranto ternyata tidak sengaja sudah mengemuka pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Gerakan Muda Hanura (Gema Hanura) yang berlangsung pada 13 Desember 2012 di Surabaya. Dalam salah satu rekomendasinya, Gema Hanura mengusulkan Wiranto sebagai calon presiden dari Partai Hanura dan beberapa nama yang disandingkan sebagai calon wakil presiden, salah satunya Hary Tanoe. Padahal, saat itu, Hary Tanoe belum masuk Hanura.

Munculnya kandidat presiden dan wakil presiden yang diusung oleh Partai Hanura mempunyai peluang untuk menang pada pemilu 2014 nanti apabila mesin partai serta kerja politiknya solid dan berjalan dengan baik.

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah