Menggarap Pemilih Pemula dengan Efektif

Pemilih Pemula/pemilihpemula.com
Pemilih Pemula/pemilihpemula.com

Pemilih merupakan faktor penentu dalam pemilu. Satu suara dalam sistem pemilu yang menerapkan one man one vote one value sangatlah berharga. Pemilih yang terdaftar memiliki suara serta dapat menyalurkannya. Dari jumlah keseluruhan pemilih yang ada, pemilih pemula bisa menjadi faktor penentu kemenangan dalam pemilu.

Bagi peserta pemilu, pemilih pemula sebenarnya merupakan potensi besar yang patut dipertimbangkan untuk meraup raihan suara. Dengan jumlah lumayan banyak, paling tidak, sekitar 50 juta pemilih pemula akan menyalurkan suaranya dalam pemilu. Sikap politik mereka relatif rasional serta mengesampingkan faktor primordialis, seperti suku,agama, dan ras.

Dengan tingkat pendidikan yang tinggi serta akes informasi yang lebih cepat, karena rata-rata mereka pelajar dan mahasiswa, pola pikir mereka tentu lebih kritis dan obyektif dalam melihat permasalahan yang ada. Di samping itu, pemilih pemula masih berpikiran bersih ketika menyalurkan sikap politiknya. Meski demikian, dengan usia yang masih muda tentu berpengaruh pada sikap mereka yang masih labil.

Jumlah yang besar merupakan ladang garap potensial, baik bagi partai politik, caleg, dan capres untuk meningkatkan elektabilitas. Kalau partai politik bisa menggarap ini, misalnya separuh saja, maka pemilu sudah bisa dimenangkan.

Bagi partai politik, pemilih pemula sangat penting untuk dicermati dan dikelola secara kreatif sehingga diharapkan bisa menambah basis massa. Hal ini bisa dilakukan menggunakan media sosial serta sosialisasi yang menyenangkan. Perlu ditumbuhkan kesan bahwa politik itu fun dan gaul, serta tidak menyebalkan. Partai politik yang bisa mendapat simpati dari pemilih pemula nantinya akan memenangi pemilu.

Sementara itu, bagi penyelenggara pemilu, keberadaan pemilih pemula bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan kualitas pemilu. Kalau dikelola dengan baik maka keberadaan mereka akan meningkatkan partisipasi pemilih. Namun, kalau tidak hati-hati, bisa jadi pemilih pemula akan apatis terhadap politik serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemilih Pemula adalah Pemimpin Masa Depan

Selain sebagai pihak yang menyalurkan pilihannya dalam pemilu, pemilih pemula juga merupakan calon-calon pemimpin masa depan yang akan mengisi jabatan-jabatan politik. Bagi yang berorientasi politik, nantinya mereka juga akan menjadi peserta pemilu dan berpolitik praktis. Hal ini perlu dipersiapkan sejak dini untuk mandapatkan hasil yang bagus.

Oleh karena itu, pemilih pemula tidak sebatas obyek dalam hal meningkatkan partisipasi pemilih maupun meningkatkan perolehan suara, tapi perlu dibina dan diarahkan bagaimana berpolitik yang benar. Partai politik dan pemerintah hendaknya melakukan pendidikan politik bagi generasi muda.

Generasi muda adalah harapan bangsa yang harus dikelola dan dididik dengan baik, salah satunya melalui pendidikan politik. Pendidikan formal, baik di sekolah maupun kampus tidak cukup untuk menjadikan generasi kita menjadi matang. Terlebih untuk soal politik. Dan politik bukan hanya urusan memilih dan dipilih dalam pemilu, tapi lebih daripada itu. Bahkan teori klasik Aristoteles menyebut bahwa politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Untuk mewujudkan bangsa yang maju diperlukan generasi yang kuat baik secara fisik maupun mental dengan menumbuhkan karakter yang baik. Membangun karakter juga merupakan agenda politik. Masa depan bangsa dan negara ada pada mereka yang saat ini masih menjadi pemilih pemula.

 

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah