Pembagian BLSM Semerawut, Hanura Bagikan Sembako

Wiranto, BLSM, dan Pembagian Sembako/LensaIndonesia.com
Wiranto, BLSM, dan Pembagian Sembako/LensaIndonesia.com

Pembagian BLSM di beberapa tempat mengalami kekacauan, baik data penerima maupun saat pembagian. Hal itu banyak dikeluhkan masyarakat kalangan bawah yang berhak menerima, tapi tidak terdaftar.

Hal itu dialami Surono, warga Karanggawang, Semarang, Jawa Tengah. Dikutip dari Radar Solo (30/6/2013), Surono berkeluh, “Orangtua saya sangat membutuhkan dan memang miskin, tapi kok belum dapat BLSM, bagaimana Pak Menteri?”

Hal itu dikatakan Surono kepada Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertahanan RI saat memantau pembagian BLSM di Kantor Pos Besar Johar, Semarang.

Kesemerawutan data penerima BLSM juga terjadi di Solo, Jawa Tengah. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) ternyata tidak akurat. Karena data tersebut bersumber dari data penerima beras miskin (Raskin) maupun data jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Usut punya usut, ternyata data yang digunakan pemerintah merupakan data penerima tahun 2011.

Menyindir kekarut-marutan data dan pembagian BLSM itu, DPC Partai Hanura Solo membagikan sembako kepada warga miskin yang tidak menerima BLSM. Menurut Abdullah AA, Ketua DPC Partai Hanura Solo, kegiatan bakti sosial pembagian sembako ini merupakan bentuk kepedulian partai untuk membantu masyarakat miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM.

“Kami sengaja memilih membagikan sembako, karena kami menilai sembako ini sangat dibutuhkan masyarakat kecil,” kata Abdullah.

Kegiatan pembagian sembako oleh Partai Hanura tak hanya dilakukan di Solo, namun juga serentak di seluruh Indonesia. Menurut Ketua DPP Partai Hanura Bidang Hukum dan HAM, Teguh Samudera, pembagian sembako kepada warga miskin lebih tepat sasaran daripada pembagian uang tunai. Karena hal tersebut bisa disalahgunakan.

“Masyarakat penerima sembako pasti langsung dikonsumsi. Tapi kalau menerima uang tunai bisa digunakan untuk yang lain, bukan untuk membeli kebutuhan pokok,” ujar Teguh Samudera.

Recommended For You

About the Author: Bonnie Eko Bani

Mahasiswa yang mencurahkan tulisannya di beberapa media