Penetapan DCT dan Kesiapan Pelaksanaan Pemilu

Penetapan DCT/Foto ANTARA
Penetapan DCT/Foto ANTARA

Tahapan Pemilu 2014 sudah memasuki tahapan penetapan daftar calon tetap (DCT ), baik itu untuk DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta DPD. Dengan ditetapkannya DCT maka secara umum pemilu tinggal menunggu saat pemungutan suara. Namun yang perlu dipersiapkan, baik oleh penyelenggara maupun peserta pemilu tentunya adalah jalan menuju ke sana.

Di dalam Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPRD, dan DPD pada pasal 7 disebutkan bahwa peserta pemilu untuk memilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah partai politik. Namun dalam teknis operasionalnya, secara lebih spesifik sebenarnya peserta pemilu adalah calon anggota legilastif yang tertera dalam DCT yang baru saja ditetapkan tersebut.

Sebagai peserta pemilu, partai politik sudah melewati proses verifikasi, demikian halnya para calon anggota legislatif juga sudah melampaui proses verifikasi, baik itu di internal partai politik maupun di KPU. Dan saatnya kini untuk berlaga dalam pemilu.

Pemilu yang merupakan pertarungan politik penuh intrik, baik itu partai politik maupun caleg. Untuk bisa lolos dan menang dalam proses pertarungan tersebut tentu membutuhkan kekuatan. Waktu yang masih tersisa sampai 9 April 2014 haruslah dimaksimalkan dalam bentuk kerja-kerja politik dalam upaya pemenangan pemilu.

Untuk meraih suara yang besar sudah pasti diperlukan kerja keras yang diwujudkan dalam bentuk kampanye. Masa kampanye sebagai sebuah proses sosialisasi untuk meyakinkan pemilih membutuhkan energi dan sumber daya serta sumber dana. Kemajuan zaman juga menuntut adanya inovasi dalam rekrutmen massa. Dan akan lebih baik kalau para caleg bisa meraih dukungan dengan pengeluaran biaya yang serendah-rendahnya, walaupun itu sepertinya sulit, di tengah apatisme dan pragmatisme masyarakat.

DCT dan Wakil Rakyat yang Diinginkan

Penetapan DCT oleh KPU bisa menjadi momentum bagi calon pemilih untuk lebih serius mencermati DCT yang ada, terutama figur-figur yang akan dipilih pada pemilu di daerah pemilihannya masing-masing. Dari beberapa nama yang berasal dari berbagai partai politik diharapkan ada satu calon anggota legislatif, baik itu di level DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten / kota, yang menjadi idaman untuk bisa memperjuangkan aspirasinya.

Sementara bagi partai politik, yang notabene peserta pemilu, penetapan DCT akan lebih meningkatkan gerak langkah pemenangan. Pertarungan sengit dalam pemilu nanti harus diantisipasi dengan strategi yang jitu. Calon anggota legislatif yang tersebar di berbagai daerah pemilihan perlu dibina dan dikondisikan untuk dapat kursi di masing-masing daerah pemilihannya. Pemetaan perlu dilakukan oleh elite partai politik dalam menggarap basis massa.

Hal lain yang kiranya perlu diantisipasi oleh partai politik adalah mengeliminasi terjadinya ‘perang saudara’, di mana terjadi perseteruan antar-Caleg dari partai politik yang sama. Pemilu dengan sistem proporsional terbuka dan penetapan suara terbanyak sangat memungkinkan adanya jegal-menjegal antar-Caleg dari satu partai politik.

Perseteruan antar-Caleg akan menguntungkan partai politik manakala terjadi persaingan yang sehat. Hal ini justru akan semakin meningkatkan raihan suara partai politik tersebut. Dan yang terpenting sebenarnya raihan kursi yang teralokasikan di masing-masing daerah pemilihan.

Memacu perolehan suara serta kursi merupakan geliat setiap partai politik. Kegalauan mereka akan ambang batas, baik itu parliamentary threshold maupun presidential threshold menjadi semangat untuk menggenjot suara.

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah