Deklarasi Wiranto-HT Lebih Populer Ketimbang Konvensi Demokrat

Wiranto-SBY/news.liputan6.com
Wiranto-SBY/news.liputan6.com

Keriuhan Partai Demokrat menggelar Calon Presiden Idol melalui mekanisme konvensi sempat membuat media dan publik bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya konvensi ala Mercy Biru tersebut. Namun, banyak publik yang tidak mengetahui adanya konvensi Partai Demokrat tersebut. Sebagian besar malah tidak mengetahui apa itu konvensi.

Hal ini tecermin dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Klimatologi Politik (LKP) pada 12-18 Agustus 2013 lalu. Dikutip dari Rakyat Merdeka Online Selasa (3/9/2013), meski diberitakan media massa, namun ternyata tingkat popularitas atau pengenalan publik terhadap Konvensi Partai Demokrat masih tergolong rendah, dan berada di angka 40,8 persen.

“Bahkan banyak responden yang pernah mendengar rencana Konvensi tersebut tetapi tidak tahu apa yang dimaksud dengan konvensi,” demikian disampaikan CEO LKP, Usman Rachman, dalam rilis survei yang disampaikan pada Senin malam (2/9/2013).

Menurut Rachman, survei ini melibatkan 450 responden dari 33 provinsi. Survei dilakukan melalui metode multi-stage random sampling, dengan margin of error plus minus 4,6 persen dan level of confidence atau tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara telepon kepada responden dan berpedoman pada kuesioner.

Dengan rendahnya popularitas Konvensi, lanjut Usman, maka tujuan Partai Demokrat untuk mendongkrak elektabilitas melalui konvensi tidak tercapai. Berdasarkan temuan LKP, elektabilitas Partai Demokrat masih sebesar 8,9 persen, dan ini tidak berbeda jauh dengan hasil survei berbagai lembaga riset 3-4 bulan lalu. Singkatnya, elektabilitas Partai Demokrat dalam beberapa bulan terakhir cenderung stagnan.

Hal lain yang menarik dari survei LKP ini, ternyata popularitas Konvensi Partai Demokrat jauh di bawah popularitas Deklarasi Wiranto-Hary Tanoe yang akan diusung Partai Hanura sebagai capres-cawapres pada Pemilu 2014. Sebanyak 77,6 persen publik mengaku tahu atau minimal pernah mendengar adanya Deklarasi WIN-HT sebagai capres-cawapres untuk Pemilu 2014.

Tingginya popularitas Deklarasi WIN-HT juga, katanya, membuat elektabilitas Partai Hanura terdongkrak. Elektabilitas Partai Hanura yang pada survei LKP bulan Mei 2013 baru sebesar 6,3 persen, dalam survei kali ini meroket menjadi 10,9 persen.

“Partai Hanura kini bersaing ketat dengan Partai Gerindra memperebutkan posisi ketiga dan keempat dalam ranking elektabilitas partai menjelang Pemilu 2014,” demikian tutup Usman mengakhiri penjelasannya.

Recommended For You

About the Author: Bonnie Eko Bani

Mahasiswa yang mencurahkan tulisannya di beberapa media