Indonesia sebagai Island of Integrity

ACCH KPK/kpk.go.id

Mewujudkan Indonesia sebagai Island of Integrity sebagaimana yang sering didengungkan oleh KPK membutuhkan perjuangan dan dukungan dari semua pihak. Bukan perkara mudah mengimplementasikan hal itu. Namun paling tidak ketika masing-masing individu berusaha setia kepada yang benar maka tidak menutup kemungkinan hal itu akan terwujud.

Integritas menjadi sebuah kata sakti yang sering diucapkan, namun terkadang sulit terwujud dalam bentuknya yang nyata. Kemunculannya sangat dirindukan dan diharapkan melekat pada elite politik negeri ini. Oleh karena dengan integritas maka seseorang akan menjadi baik dalam berbagai aspek, terutama ketika mengemban amanat sebagai pejabat negara maupun jabatan lainnya.

Banyaknya kasus yang menimpa pejabat (baca: korupsi, kolusi, dan asusila) mengindikasikan rendahnya integritas yang dimiliki oleh yang bersangkutan. Walaupun dalam praktiknya ketika seseorang hendak menduduki suatu jabatan tertentu sisi integritas menjadi prasyarat yang harus dimiliki, namun terkadang dengan ukuran yang cenderung bias. Bahkan terkadang harus menandatangani pakta integritas sebagai suatu bentuk loyalitas.

Definisi Integritas

Kata integritas itu sendiri sebenarnya merupakan serapan dari bahasa Inggris integrity dan dimaknai berbeda-beda oleh sebagian kalangan. Dalam sebuah organisasi, integritas dipandang sebagai sebuah sikap konsisten terhadap nilai-niali dan kebijakan serta kode etik profesi yang digelutinya, dan organisasi tersebut juga membuat kode etik yang bersifat mengikat dan harus dipatuhi sebagai upaya untuk menjaga integritas.

Tokoh motivator kenamaan Mario Teguh mendefinisikan integritas lebih sederhana, yakni kesetiaan kepada yang benar. Dan orang awam terkadang lebih memaknainya sebagai satunya kata dan perbuatan. Konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip tidak lepas dari kebenaran, sehingga orang yang memiliki integritas pasti akan menjadi orang yang jujur dan adil.

Dengan berintegritas maka dalam bersikap akan melahirkan perilaku yan terpuji sesuai dengan norma dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di samping karena mengikuti kata hati yang cenderung benar dengan keyakinan yang teguh tanpa mudah terombang-ambingkan oleh godaan dan kenikmatan sesaat. Selain itu, juga akan tetap konsisten dengan apa yang diyakininya benar.

Manakala integritas benar-benar melekat pada individu maka akan menghasilkan potensi dan kemampuan yang memancarkan kejujuran dan kewibawaan. Hal inilah sebenarnya yang diharapkan oleh rakyat terhadap para pemimpinnya dan elite-elite politik negeri ini. Sehingga tidak mengherankan ketika muncul wacana tentang perlunya tes integritas bagi calon DPR dan presiden.

Integritas Politik

Dalam dunia politik yang penuh dengan intrik serta dinamis, integritas sangat diperlukan mengingat politisi akan duduk di lembaga-lembaga strategis yang menentukan warna serta arah bangsa.

Akan lebih baik lagi kalau para elite negeri ini menjadi contoh dalam mengkampanyekan pentingnya integritas (baca: dengan aksi nyata), karena dampaknya akan dirasakan oleh banyak orang. Terlebih dengan posisinya sebagai pengambil kebijakan dan memiliki kekuasaan yang memungkinkan terjadinya abuse of power.

Integritas yang kuat merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh elite politik negeri ini, sehingga dapat berpolitik dengan jujur, gigih, ulet, dan berkompetisi dengan sehat.

Dan akan lebih elok lagi manakala hal itu dibarengi dengan kapasitas yang memadai. Integritas dan kapasitas akan menciptakan kredibilitas yang nantinya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bangsa, dan negara. 

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah