Fraksi Hanura: Banyak PR Menanti Sutarman

Sutarman/pesatnesw.com
Sutarman/pesatnews.com

Kursi Trunojoyo I sebentar lagi akan berotasi. Posisi Kepala Kepolisian RI yang saat ini dijabat oleh Jenderal Pol Timur Pradopo, akan segera diisi oleh calon baru karena Timur akan memasuki masa pensiun.

Seharusnya, Timur pensiun pada Januari 2014 mendatang. Namun, pergantiannya dipercepat karena tahun depan sudah memasuki Pemilu 2014. Menindaklanjuti pergantian Kapolri, Komisi Kepolisian Nasional sesuai dengan tugas dan wewenangnya yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajukan nama-nama pengganti Kapolri ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dari beberapa nama yang beredar, Sutarman dinilai bakal menjadi kandidat terkuat gantikan Timur di Trunojoyo I. Sutarman merupakan Kabareskrim sejak Juli 2011. Ia menggantikan Ito Sumardi yang pensiun. Lulusan Akademi Polisi 1981 ini pernah menjabat ajudan presiden Abdurrahman Wahid (2000-2004). Setelah itu perjalanan karier Sutarman cukup gemilang. Dimulai dari menjabat sebagai Kapolwiltabes Surabaya, Kapolda Kepulauan Riau, dan Kaselapa Lemdiklat Polri.

Di pertengahan tahun 2010, pria kelahiran Sukoharjo, 5 Oktober 1957, itu diangkat sebagai Kapolda Jawa Barat sejak Juni hingga Oktober. Akhirnya ia kembali diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Pol Ito Sumardi.

Setahun kemudian, Sutarman kembali diangkat menjadi Kabareskrim untuk menggantikan Ito. Secara otomatis, pangkat Sutarman naik menjadi Komjen.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Sarifuddin Sudding menilai Kabareskrim Komjen Sutarman merupakan sosok yang layak memimpin institusi kepolisian. Menurut Sudding, rekam jejak Sutarman relatif tidak bermasalah.

“Kalau saya amati sejak Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya hingga Kabareskrim cukup bagus rekam jejaknya,” kata Sudding, Jumat (27/9), seperti dilansir dari tempo.co, Selasa (1/10).

Dalam sejumlah rapat kerja dengan Komisi Hukum, Sutarman dinilai mampu menjelaskan kinerja institusinya kepada anggota Dewan.

Dalam catatan Sudding, belum ada catatan miring mengenai kinerja Sutarman. Kalaupun ada yang kurang baik, Sudding mempersilakan masyarakat menyampaikan catatan. Menurut Sudding, Komisi Hukum akan menerima kritikan masyarakat ihwal kinerja Sutarman.

Meski mendukung, Sudding menegaskan Sutarman memiliki banyak pekerjaan rumah. Misalnya pembenahan institusi Polri, reformasi birokrasi, menuntaskan kasus penembakan anggota Polri, hingga pembenahan integritas anggota. Selain itu, Sudding meminta Polri menjaga netralitas dalam rangka persiapan Pemilu 2014. “Jangan berpihak ke salah satu peserta pemilu,” pinta Sudding.

Recommended For You

About the Author: Bonnie Eko Bani

Mahasiswa yang mencurahkan tulisannya di beberapa media