Enam Perusahaan Masuk, Jepang Investor Terbesar di Indonesia

MALARI - Peristiwa Malari, 15 Januari 1974, dapat menjadi pengingat, perlawanan rakyat pada kebijakan negara yang pro-asing. (Foto: Wikipedia)
MALARI – Peristiwa Malari, 15 Januari 1974, dapat menjadi pengingat, perlawanan rakyat pada kebijakan negara yang pro-asing. (Foto: Wikipedia)

Enam perusahaan raksasa Jepang akan berinvestasi di berbagai bidang, antara lain infrastruktur, pangan, pendidikan, dan kesehatan. Dengan masuknya enam perusahaan tersebut, maka per Desember 2013, Jepang menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia.

Salah satu perusahaan Jepang yang tertarik masuk dan mengembangkan industrinya di Indonesia adalah Toshiba, sebuah perusahaan elektronik dan alat kebutuhan rumah tangga. Sejumlah perusahaan Jepang lainnya juga tertarik merambah bisnis pembangunan tenaga listrik di Indonesia.

Seperti diberitakan Kontan, sejumlah pengusaha papan atas Jepang melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/12). Kunjungan tersebut dipimpin Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Fukuda meminta agar Indonesia mempermudah ekspansi perusahaan Jepang di Indonesia.

Menurut Kementerian Perindustrian, Jepang mulai menggeser Singapura sebagai negara nomor satu yang paling banyak berinvestasi di Indonesia.

Selama kuartal I-2013, total investasi Jepang di Indonesia mencapai Rp 1,2 miliar atau 16,3% dari total penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 65,5 triliun. Posisi kedua ditempati Amerika Serikat (AS) dengan investasi US$ 900 juta (12,6%).

Posisi ketiga ditempati Korea Selatan sebesar US$ 800 juta (11%), sedangkan Singapura yang sebelumnya berada di urutan pertama turun ke posisi keempat dengan investasi US$ 600 juta (8,7%), disusul Inggris dengan investasi US$ 500 juta (7,7%), dan negara lainnya sebesar US$ 3 miliar (43,7%).

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.