Inisiasi Kemandirian Rakyat Ala Erik Satrya Wardhana

KONSISTEN - Erik Satrya Wardhana dalam sebuah program pemberdayaan ekonomi Kabupaten Cianjur. (Foto: GN Foto/Q)
KONSISTEN – Erik Satrya Wardhana dalam sebuah program pemberdayaan ekonomi Kabupaten Cianjur. (Foto: GN Foto/Q)

Sebanyak 60 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari 40 desa di 19 Kecamatan Kabupaten Cianjur telah mengikuti program pengembangan IKM selama 2013. Sementara di Kota Bogor, diikuti hampir 100 pelaku IKM.

Demikian ujar Erik Satrya Wardhana, anggota DPR RI dari Dapil Jabar III, Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor, dalam Catatan Akhir Tahunnya.

“Catatan Akhir Tahun merupakan bagian laporan kerja selama 2013. Partai Hanura memang mendorong para anggota legislatifnya untuk secara berkala melaporkan kinerjanya kepada publik,” kata politisi Partai Hanura itu.

Selain program pengembangan IKM, selama 2013, Erik juga memfasilitasi bantuan kepada lima koperasi melalui program Pengembangan Koperasi Perdesaan dan Perkotaan. Satu koperasi mendapat program fasilitasi UKM Mart, dan satu Koperasi dalam program Revitalisasi Pasar serta program Bina Lingkungan enam desa di Cianjur.

Dalam kurun waktu yang sama, sebanyak 60 UKM juga mendapat fasilitasi sertifikasi produk halal secara cuma-cuma. Sebanyak 100 orang pemuda dari Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor mendapatkan pelatihan kewirausahan, serta Pelatihan Pengembangan Perkoperasian.

Pemberdayaan Ekonomi

Kang Erik, begitu ia biasa disapa, selama ini dikenal serius membesut program-program pemberdayaan masyarakat di daerah pemilihannya, Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor. Dalam catatan redaksi, mantan aktivis HMI ini terbilang paling rajin mengunjungi daerah pemilihannya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sasaran pemberdayaan yang dilakukan Kang Erik lebih banyak untuk kalangan petani atau sektor pertanian. Terdapat 55 Gapoktan yang dilibatkan dalam program pengembangan agribisnis perdesaan.

Selain itu, sebanyak 34 kelompok tani menerima bantuan traktor tangan dan 36 poktan mendapatkan bantuan pompa untuk mendukung pengairan, termasuk pengembangan gerakan Go Organik Cianjur melalui pembagian 10 ton benih Ciherang dan 10.000 liter dekomposer dalam acara Temu Tani, 26 April 2012, dengan tema ‘Petani Makmur, Ngawangun Cianjur’.

Dalam Catatan Akhir Tahun, Erik mengakui, apa yang dilakukan masih belum cukup mengoptimalisasikan potensi IKM maupun pertanian yang ada di Cianjur. Pihaknya melihat masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan program kerjanya.

Upaya sinergitas diperlukan untuk mengembangkan pelaku di sektor IKM. Selain itu, di daerah, masih banyak kelemahan dalam akurasi pendataan terhadap para pelaku usaha.

Erik menyatakan, pihaknya akan memperbaiki berbagai kekurangan, juga berharap bisa melakukan pengembangan serta mendorong terciptanya peluang dan potensi IKM ke depan yang lebih baik dan bisa dirasakan oleh pelaku IKM lainnya.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.