Stanley Weiss: Jokowi Sebaiknya Menunggu ‘Big Durian’ Masak

TUNGGU DURIAN MASAK - Stanley Weiss
TUNGGU DURIAN MASAK – Stanley Weiss, menulis tentang Jokowi yang sebaiknya menyelesaikan persoalan Jakarta terlebih dahulu, sebelum maju ke Pilpres. (Foto: Stanleyweiss.net)

BELUM lama ini, sanjungan tak terperi kepada Jokowi kembali lahir dari pemberitaan Foreign Policy, sebuah majalah yang berafiliasi pada Washington Post. Jokowi menempati nomor urut 39 dari 134 tokoh dunia yang masuk dalam daftar The Leading Global Thinkers 2013.

Foreign Policy menyetarakan Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Kanselir Jerman Angela Merkel, mantan kontraktor Badan Keamanan Amerika Serikat (NSA) Edward Snowden, Presiden Iran Hassan Rouhani, dan Paus Fransiskus.

Dalam ulasannya, Foreign Policy menulis kemungkinan majunya Jokowi dalam Pilpres 2014. Majalah tersebut mengatakan, Jokowi mungkin sulit dikalahkan apabila maju ke dalam bursa Capres, dan ada harapan, dia mengulang kerja bagus yang telah dilakukan.

Dari sudut pandang berbeda, Stanley Weiss, pendiri Business Executives for National Security, menulis tentang Jokowi untuk Huffington Post, Senin (7/10).

Weiss menulis, banyak orang memuji delapan tahun kinerja Jokowi sebagai Walikota Surakarta,atau dikenal dengan Solo. Padahal, radikalisme Islam yang tumbuh ketika Jokowi berkuasa, menjadikan Solo sebagai pusat nasional intoleransi beragama.

Dua belas bulan Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta, tulis Weiss, adalah awal yang menjanjikan. Banjir dan kemacetan lalu lintas menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Mungkin Jokowi harus menunggu sampai ia dapat membuktikan bahwa ia mampu memecahkan masalah sebuah kota dengan 10 juta penduduk, sebelum mengaku dapat memecahkan masalah negara dengan 250 juta penduduk,” tulis Weiss.

Jakarta dikenal sebagai Big Durian. Melihat pengalaman Amerika dan Barack Obama lima tahun terakhir, menurut Weiss, cukup untuk memberi jeda bahwa kadang-kadang , lebih baik menunggu sedikit lebih lama agar buah terbaik itu masak. Ya, Jokowi bisa saja menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.