Wiranto: Presidential Threshold Batasi Pilihan Rakyat Indonesia

MILAD TUJUH - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (kiri) bersama Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo (kanan) memotong tumpeng dalam kegiatan ulang tahun Partai Hanura ke-7 di SICC Sentul, Bogor, Jabar, Sabtu (21/12). (Foto: Antara)
MILAD TUJUH – Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (kiri) bersama Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo (kanan) memotong tumpeng dalam kegiatan ulang tahun Partai Hanura ke-7 di SICC Sentul, Bogor, Jabar, Sabtu (21/12). (Foto: Antara)

Presidential threshold seharusnya tidak dijadikan patokan. Mengacu ketentuan pemilihan presiden pada pasal 6a ayat (2) UUD 45, pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum, sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

“Pembatasan itu sama saja membatasi pilihan rakyat Indonesia dalam memilih presiden,” ujar Wiranto di acara peringatan ulang tahun Hanura ketujuh di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Sabtu (21/12), seperti diberitakan JPNN.

Oleh karena itu, sambung Wiranto, Partai Hanura sejak awal konsisten menghormati UUD 45, termasuk dalam hal pencalonan pilpres.

“Kalau nanti presidennya banyak, ya itu risikonya dan dikembalikan ke masyarakat saja,” tegasnya.

Mantan Panglima ABRI itu mengingatkan, Pemilu 2014 akan sangat menentukan nasib rakyat Indonesia selama lima tahun ke depan. Ia mewanti-wanti agar rakyat Indonesia tak salah pilih.

“Pemilu 2014 adalah pilihan kita, apakah kita akan menuju jalan terjal tapi mendapat suatu kehormatan dalam pergaulan bangsa-bangsa, atau kita masuk ke jalan lurus tapi justru terjerumus dalam kehinaan,” ucapnya.

Wiranto meminta masyarakat untuk lebih selektif memilih pemimpin.

“Itu tergantung masyarakat yang memilih dan pemimpinnya nanti yang dipilih. Maka menurut saya, perlu pencerahan pemimpin yang bisa melakukan perubahan,” ucapnya.

Sampai hari ini, Wiranto tetap konsisten menyatakan penolakannya atas ambang batas syarat mengusung pasangan calon presiden (presidential threshold) 20 persen.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.