Berikut Cara Wiranto Hindari Politik Dinasti

HINDARI POLITIK DINASTI - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, melarang keluarganya turut dalam politik untuk menghindari politik dinasti. (Foto: metrotvnews.com)
HINDARI POLITIK DINASTI – Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, melarang keluarganya turut dalam politik untuk menghindari politik dinasti. (Foto: metrotvnews.com)

Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, menegaskan keterlibatan ikatan keluarga untuk urusan politik rentan menimbulkan konflik kepentingan. Oleh karenanya mantan Panglima TNI ini enggan menempatkan keluarganya menjadi pengurus partai.

Dilansir Okezone, Senin (13/1), pada lawatannya ke kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Wiranto menggarisbawahi ketidakterlibatan keluarga dalam urusan politik adalah upaya untuk menjaga pemerintahan agar tetap bersih. Wiranto menjelaskan, jika keluarga sudah terlibat dalam urusan partai, akan sulit menjaga partai dari kepentingan keluarga.

“Dari awal saya sudah melarang Istri saya, anak saya, untuk menjadi pengurus Partai Hanura. Ayah saya juga saya larang untuk menjadi caleg,” kata Wiranto menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa Unnes tentang upayanya menjaga pemerintahan bersih.

Untuk itu, pemimpin yang baik harus bersih dari kepentingan.

“Pemimpin bisa tegas, kalau dia bersih tidak ada korupsi dan kepentingan lain,” ungkapnya.

Menurut Wiranto, kebersihan dari aparatur negara tidak perlu dinodai dengan menjadi pengurus Parpol.

“Semua aparatur negara tidak boleh merangkap menjadi pengurus partai politik. Karena seluruh kinerjanya untuk mengurusi rakyat, bukan parpol,” imbuhnya.

Wiranto menegaskan pengabdian kepada rakyat harus dijunjung tinggi melebihi urusan lain.

“Kalau saya suruh memilih, saya lebih senang Hanura menang dalam Pemilu daripada saya menang Presiden. Dengan demikian, akan ada dukungan politik untuk membentuk pemerintahan yang bersih nantinya,” ujar Wiranto.

Belakangan politik dinasti memang telah menjadi sorotan publik. Sejumlah partai mengizinkan keterlibatan keluarga dalam urusan politik. Tak jarang hal ini justru menimbulkan konflik kepentingan.

Ia juga mengatakan, para aparatur negara yang terjerat kasus korupsi untuk mengembalikan semua uang negara yang dikorupsi.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.