Gaji Belum Dibayar, Prabowo Didemo Ratusan Karyawannya

DEMO PRABOWO - Demonstrasi buruh PT Kertas Nusantara menuntut pembayaran tunggakan gaji di Mangkajang, Sambaliung di Disnakertrans Berau, Senin (8/7/2013). Mereka kembali turun aksi dengan tuntutan hampir serupa, Senin (20/1/2014). (Foto: RMOL)
DEMO PRABOWO – Demonstrasi buruh PT Kertas Nusantara menuntut pembayaran tunggakan gaji di Mangkajang, Sambaliung di Disnakertrans Berau, Senin (8/7/2013). Mereka kembali turun aksi dengan tuntutan hampir serupa, Senin (20/1/2014). (Foto: RMOL)

Politisi nasional sekaligus pengusaha, Prabowo Subianto, didemo ratusan buruh PT Kertas Nusantara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Mereka meminta Prabowo Subianto sebagai pemilik saham mayoritas PT Kertas Nusantara segera turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.

Sebanyak 600-an karyawan perusahaan yang sebelumnya bernama PT Kiani Kertas itu berunjuk rasa menuntut gaji yang belum terbayarkan sejak lima bulan lalu.

Ketua Serikat Pekerja Kahutindo PT Kertas Nusantara, Indra Alam, mengatakan, aksi ini merupakan puncak kesabaran karyawan yang menunggu janji pihak manajemen selama lebih dari empat bulan lamanya. Tapi hingga saat ini, perusahaan tak kunjung merealisasikan gaji yang merupakan hak karyawan perusahaan pengolahan bubur kertas itu.

“Sejak September, gaji karyawan tak dibayarkan sampai sekarang,” kata Indra Alam, Senin (20/1), sebagaimana diberitakan tempo.co.

Direktur PT Kertas Nusantara, Pola Winson, menjanjikan akan membayarkan gaji karyawan setelah 16 Januari 2014. Menurut manajemen, dana segar akan diterima perusahaan atas kerja sama PT Kertas Nusantara bersama Salim Grup pada November 2013.

“Manajemen menginformasikan bahwa kerja sama sudah deal dengan Salim Grup dan gaji segera dibayarkan. Nyatanya, sampai sekarang, kami belum menerima hak kami,” kata Indra.

Aksi digelar para karyawan sekitar pukul 09.00 di Kabupaten Berau. Para buruh mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja setempat. Karena tak ditemui Kepala Dinas, para buruh bergeser ke Kantor Bupati menemui Makmur HAPK di kantornya. Ternyata, bupati juga tak ada di tempat.

“Katanya, mereka ke kampung ada acara. Kami ditemui perwakilannya saja,” imbuh Indra.

Para buruh memilih bertahan di kantor Dinas Tenaga Kerja sampai ada pertemuan dengan Bupati Makmur HAPK yang dijadwalkan kekesokan harinya.

Tolak Prabowo Maju Pilpres

Demonstrasi yang dilakukan karyawan PT Kertas Nusantara ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, para buruh sudah melakukan aksi serupa pada bulan Juli tahun lalu. Sebagai wujud kekesalannya, para buruh menyatakan penolakannya terhadap rencana Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilpres 2014 mendatang.

Pasalnya, ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT Kertas Nusantara itu menilai, Prabowo sebagai pemilik PT Kertas Nusantara belum mampu menangani persoalan negara.

“Prabowo mengurus yang kecil-kecil saja tidak mampu, apalagi mengurusi persoalan negara,” kata salah satu pengunjuk rasa dalam orasinya, seperti yang dilansir tribunnews.com.

Aksi unjuk rasa tersebut dilatarbelakangi kekesalan karyawan PT Kertas Nusantara,  karena selama ini pembayaran gaji selalu terlambat. Iuran Jamsostek dan asuransi lain belum dibayarkan.

Karyawan menilai, kesewenang-wenangan itu ditunjukkan oleh manajemen PT Kertas Nusantara dengan mengintimidasi karyawan yang ikut berunjuk rasa. Selain diusir dari perumahan karyawan, fasilitas di perumahan karyawan juga dikurangi. **

Recommended For You

About the Author: Iswan Heriadjie