‘Kampanye Intelektual’ Kerek Elektabilitas Wiranto

RAJIN - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, dalam Seminar Guru Besar UI, beberapa waktu lalu. Wiranto rajin berkunjung ke kampus dalam rangka kampanye intelektual. (Foto: jurnalmaritim.com)
RAJIN – Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, dalam Seminar Guru Besar UI, beberapa waktu lalu. Wiranto rajin berkunjung ke kampus dalam rangka kampanye intelektual. (Foto: jurnalmaritim.com)

Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, kian mantap menuju kursi RI 1. Salah satu survei media nasional menunjukkan tren positif tingkat elektabilitas Wiranto pada beberapa bulan terakhir. Ditengarai, tren ini berkat ‘Kampanye Intelektual’ ala Wiranto di kampus-kampus dan temu tokoh masyarakat.

Ketua Bidang IT Center DPP Partai Hanura, M. Fariza Y Irawady, mengungkapkan, Wiranto punya cara memperkenalkan visinya ke masyarakat luas. Dia menyebut, pernah suatu kali Wiranto menghadiri empat acara dalam satu hari dan diliput luas oleh media.

Dilansir RMOL, Selasa (14/1/2014), selain melakukan diskusi, paparan, dan pengembangan wacana, menurut Fariza, Wiranto bersama pasangannya, Hari Tanoe Soedibjo, juga kerap melakukan langkah-langkah nyata, seperti membagikan kartu kader penggerak berasuransi, pembagian sembako ke kantong-kantong rakyat yang kekurangan, serta menyalurkan dana bergulir tanpa bunga untuk UKM di seluruh Indonesia.

“Semua langkah nyata itu diapresasi rupanya oleh media massa dan membuat Hanura mendapat pemberitaan positif,” ungkap Fariza.

Dibandingkan dengan partai lain, berdasarkan riset Pol Tracking Institute, Partai Hanura termasuk partai yang memiliki pemberitaan dengan tone positif. Tone pemberitaan positif Hanura berada di angka 31,9 persen, di bawah Partai Nasdem (34,5 persen) dan di atas PDI Perjuangan (26,26 persen).

Survei Kompas

Tren positif Wiranto terlihat dari survei yang dilakukan Kompas seperti dilansir awal Januari 2014 ini. Kompas menyebut secara bertahap, Wiranto mencatatkan lompatan-lompatan capaian dukungan selama 2013. Padahal sebelumnya, Wiranto sempat menjadi kandidat yang mendapatkan dukungan paling jeblok pada survei pertama Kompas, Desember 2012.

Dilansir Kompas (Rabu 8/1/2014), dengan mendapat dukungan 1,6 persen dari 1.400 responden survei ini pada Desember 2012, perlahan Wiranto mengumpulkan tambahan dukungan menjadi 3,3 persen pada Juni 2013. Pada penghujung 2013, dukungan untuk Wiranto kembali melompat ke posisi 6,3 persen.

Kondisi ini berkebalikan dengan dua koleganya sesama tokoh senior, Megawati Soekarnoputri, dan Jusuf Kalla. Megawati, yang masih mendapat dukungan mantap pada survei periode pertama, pada survei ketiga justru sudah berada di bawah Wiranto dengan angka dukungan 6,1 persen.

Setali tiga uang, Kalla yang pada survei pertama masih mendapatkan dukungan 6,7 persen responden harus mendapati bahwa angka dukungan itu terus melorot dari waktu ke waktu. Setelah anjlok menjadi 4,5 persen pada survei Juni 2013, perolehan dukungan Kalla kembali melorot ke 3,1 persen pada Desember 2013.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP Partai Hanura, Saleh Husin mengatakan akan terus memacu mesin partai untuk meningkatkan elektabilitas Wiranto dan Hanura. Hasil positif ini akan dijadikan cambuk pelecut untuk memudahkan langkah Wiranto menuju kursi RI 1.

“Semua ini tentu tidak membuat kita berpuas diri, tetapi justru semakin memberi semangat kita untuk lebih giat lagi bekerja,” kata Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin, Rabu (8/1/2014).

Saleh menuturkan, seluruh mesin partainya akan terus total menjalankan semua strategi untuk mendongkrak elektabilitas Wiranto dan Hanura. Target Hanura di pemilihan legislatif ia patok mencapai dua digit dari seluruh suara nasional, atau minimal berada di posisi tiga besar dari seluruh partai politik peserta pemilu. **

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.