Lebih Awal Deklarasi, WIN-HT Naikkan Elektabilitas Hanura

POSITIF - Deklarasi lebih awal Win-HT, mengerek elektabilitas Hanura. (Foto: Hanura.com)
POSITIF – Deklarasi lebih awal Win-HT, mengerek elektabilitas Hanura. (Foto: Hanura.com)

Deklarasi pencalonan pasangan Wiranto dan Hari Tanoeosoedibjo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dinilai sebagai tindakan yang berani. Hal ini mengindikasikan, Hanura terlihat lebih optimis dibanding partai lain yang hingga kini belum berani mengumumkan Capres masing-masing.

Portal berita Merdeka.com dalam rilisnya menyebut Prabowo tampak lebih berhati-hati dibanding pasangan WIN-HT.  Pasalnya, hingga kini belum ada deklarasi pencapresan Prabowo yang dilakukan Gerindra. Partai beranggapan, pencalonan Prabowo menunggu waktu yang tepat.

Dilansir situs Presiden2014.com, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadhli Zon mengatakan, pencalonan presiden dari Gerindra tidak akan jauh dari sosok Prabowo.

“Sebenarnya kalau pas di Kongres Luar Biasa Gerindra sudah menetapkan Prabowo sebagai bakal calon presiden di Gerindra,” ujarnya usai survei nasional di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2014).

Menurut Fadhli, saat ini Gerindra fokus meraih 20% kursi di DPR. Di mana hal itu akan ditentukan dalam Pileg pada 9 April mendatang.

“Sekarang ini konsentrasinya pada tanggal 9 April dulu, tapi kalau penetapannya dari Partai Gerindra sudah,” ujarnya.

Sama halnya dengan Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) juga belum mendeklarasikan Capresnya. PAN sebetulnya telah menetapkan Hatta Rajasa sebagai calon presiden dalam Rapat Kerja Nasional tahun 2011. Namun sayang, hingga saat ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu masih belum mau menyampaikan secara gamblang soal kesediaannya untuk menjadi capres ke publik.

“Kalau soal itu (deklarasi capres), tunggu setelah pileg,” ujarnya sepert dilansir Rakyat Merdeka Online, Rabu (15/1/2014).

Hatta terkesan ingin menakar suara partainya terlebih dahulu sebelum maju dalam pencapresan. Untuk itu, ia acap kali meminta kepada semua kader PAN untuk terus bekerja nyata dalam menghadapi Pemilu Legislatif.

Nyaris serupa, PDIP bahkan belum menampakkan Capresnya. Meski Pilpres tinggal hitungan bulan, PDIP masih tarik ulur nama Capres.

Dilansri Detik.com, Rabu (15/1/2014), Jokowi sebetulnya digadang-gadang akan jadi Capres yang akan mendongkrak nama partai.

“Ibu Mega jago untuk feeling. Kita tunggu momentum saja. Yang penting semangat. Partai ini kalau nggak punya semangat nggak mungkin memenangkan Jokowi di Jakarta,” kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Menurut Tjahjo, sejauh ini partainya masih melihat gelagat politik dan mencermati hasil survei. Tjahjo menyadari tak banyak nama elite PDIP yang berkembang di survei capres.

“Yang mengumumkan nanti kan Bu Mega soal siapa yang maju,” katanya.

Deklarasi pencapresan WIN-HT memang terbilang memantapkan posisi keduanya melenggang sebagai puncak pimpinan negara. Sejumlah media mencatat deklarasi ini berdampak positif pada tingkat keterpilihan partai yang didirikannya. Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Klimatologi Politik (LKP), elektabilitas Hanura naik dari 6,3 persen menjadi 10,9 persen.

Deklarasi yang dilakukan lebih awal ini juga mengangkat posisi WIN-HT dalam persaingan capres menuju Pemilu 2014. **

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.