Erupsi Gunung Kelud dan Serbaneka Penggalangan Dana

KONSER AKBAR - Pemkot Solo menggelar Konser Gamelan Akbar dalam rangka hari jadi Kota Solo ke-269 di Beteng Vasternberg, Sabtu (15/2) pukul 20.00. Konser dikemas pula untuk bantuan korban Erupsi Gunung Kelud. (Foto: Pemkot Solo)
KONSER AKBAR – Pemkot Solo menggelar Konser Gamelan Akbar dalam rangka hari jadi Kota Solo ke-269 di Beteng Vasternberg, Sabtu (15/2) pukul 20.00. Konser dikemas pula untuk bantuan korban Erupsi Gunung Kelud. (Foto: Pemkot Solo)

Bencana erupsi Gunung Kelud mengundang keprihatinan berbagai pihak. Bukan hanya pejabat pemerintah saja yang turun tangan, berbagai elemen masyarakat pun bahu-membahu untuk membantu korban erupsi gunung Kelud dengan berbagai cara.

Kini, Gunung Kelud telah hampir normal. Berikut dokumentasi cara unik penggalangan dana bantuan. Di antaranya aksi penggalangan dana yang dilakukan elemen mahasiswa di Madiun. Para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Madiun, Lembaga Manajemen Infaq (LMI), serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP Madiun melakukan aksi penggalangan dana di lima titik lokasi jalan protokol kota Madiun.

“Penggalangan dana di antaranya kami lakukan di perempatan Klegen, perempatan Manguharjo, proliman Terminal Lama, perempatan Te’an serta di Alun-Alun Madiun,” ujar Koordinator penggalangan dana, Husain Fata Mizani, Sabtu (15/2), sebagaimana dikutip ROL.

Menurut Husain, aksi penggalangan dana tersebut sebagai wujud kepedulian mahasiswa Madiun kepada para korban bencana letusan Gunung Kelud.

“Kami sangat prihatin atas bencana letusan Gunung Kelud yang membawa dampak bagi warga di beberapa kabupaten sekitarnya. Aksi ini akan kami lakukan hingga beberapa hari ke depan,” imbuh Husain.

Husein menjelaskan, hasil penggalangan dana tersebut tidak diberikan berupa uang, tetapi berwujud barang. Bantuan tersebut dikirimkan ke Kediri dan daerah terdampak letusan Gunung Kelud lainnya dalam bentuk logistik, pakaian bekas pantas pakai, serta makanan.

Konser Amal Gamelan Akbar

Di Solo, berbagai aksi penggalangan dana dilakukan dalam berbagai bentuk. Konser Gamelan Akbar yang digelar untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-269 Kota Solo pun dikemas ulang menjadi konser amal untuk korban erupsi Gunung Kelud.

Ketua Komunitas Lestari Gamelan, Begog Djoko Winarso,selaku ketua panitia menyampaikan telah menyediakan 10 kotak sumbangan saat konser berlangsung. Hasil sumbangan itu nantinya akan disalurkan melalui lembaga penyalur bantuan sepeti PMI atau yang lainnya.

Pada Sabtu (15/2) malam, ribuan masyarakat Solo berbaur menikmati gending gamelan yang dibawakan komposer gamelan kondang asal Solo, Dedek Wahyudi dan Blacius Subono, halaman Benteng Vastenburg, sebagaimana dilansir solopos.com.

Konser gamelan akbar pertama yang diadakan di Kota Bengawan ini menyuguhkan sajian menghibur. Masyarakat tak hanya disuguhi musik gamelan yang apik tapi juga hiburan lawak yang dibawakan grup sinden lawak Sahita. Tak ketinggalan seniman kondang asal Solo lainnya seperti Sruti Respati dan Cahwati serta koreografer ternama Solo, Mugiyono Kasido.

Gamelan yang disuguhkan pun makin semarak tatkala alat musik karawitan dimainkan dan dikolaborasikan dengan gamelan dan musik rap. Gabungan musik tradisional dengan skala pentatonis dan musik modern dengan skala diatonis mampu menyihir penonton.

Tak hanya menyoroti kehidupan sosial masyarakat melalui gending-gending yang dihadirkan. Dua komposer,Dedek Wahyudi dan Blacius Subono, juga menyentil persoalan politik mengingat sebentar lagi Indonesia mengadakan pesta demokrasi. Gending yang dibawakan Cahwati itu ingin mengajak masyarakat untuk waspada dan tidak mudah percaya pada janji palsu yang ditawarkan calon pemimpin. **

Recommended For You

About the Author: Iswan Heriadjie