Kunjungi Tanah Nenek Moyang, Wiranto Blusukan Solo Raya

TANAH KELAHIRAN - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, berkunjung ke tanah kelahiran, Solo Raya. (Foto: Soloblitz.co.id)
TANAH KELAHIRAN – Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, berkunjung ke tanah kelahiran, Solo Raya. (Foto: Soloblitz.co.id)

Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto melawat ke Solo Raya. Dalam safari politik ini Wiranto menyambangi sejumlah wilayah seperti Boyolali, Sragen, dan Klaten.

Dalam lawatannya ke Boyolali, Wiranto disambut antusias oleh warga. Di depan warga Mojo, Kecamatan Andong, Boyolali, Wiranto menegaskan, Indonesia sudah kehilangan arah dan berdampak pada seringnya terjadi bencana. Wiranto meminta warga untuk membantu dirinya memperbaiki bangsa ini.

Dalam lawatan ini Wiranto sempat memberikan bantuan senilai Rp 400 juta dan seragam sekitar 600 potong kepada anggota Jemaah Nariyah, di beberapa desa di Wilayah Andong dan sekitarnya.

Pada akhir kunjungannya, perwakilan warga memberikan kenang-kenangan berupa tokoh wayang Semar. Menurut warga, tokoh Semar dianggap penuh makna, yakni dengan kesungguhannya bisa membangun khayangan. Mereka berharap Wiranto bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Wiranto menegaskan lawatan ke Boyolali adalah wajib hukumnya.

“Nenek moyang saya asalnya dari Boyolali, makanya saya wajib datang ke sini. Juli nanti ada Pilpres. Saya ke sini itu dalam rangka silaturahmi kepada saudara-saudara kami yang ada di Boyolali,” ujar Wiranto, Minggu (26/1/2014) seperti dikutip dari Merdeka.com.

Sehari sebelumnya, Wiranto berkunjung ke Putatan, Kurung, Ceper, Klaten. Bertemu dengan para petani tebu di daerah itu, Wiranto menyumbang lagu jawa berjudul Nyidam Sari.

Sontak aksi Wiranto di Desa Kurung itu membuat ratusan warga datang bergoyang. Warga juga dibuat kagum dengan suara khas Wiranto yang begitu merdu.

Dalam acara kemarin, Wiranto juga menyerahkan bantuan senilai Rp 15 juta kepada salah satu industri rumah tangga di desa setempat, KUB Suma. Industri itu bergerak dalam pengolahan gula merah seperti aneka olahan tebu, gula merah tebu, brown sugar, dan gula herbal.

Sementara itu, saat ditemui wartawan seusai acara, Wiranto, mengelak disebut berkampanye. Menurutnya, kunjungannya ke Kurung, Ceper, adalah untuk menyapa masyarakat.

“Saya di sini hanya ingin menyapa masyarakat, bukan berkampanye. Sebab saya adalah salah satu putra dari eks-Karesidenan Surakarta yang ingin melaporkan kepada masyarakat bahwa ada salah satu putra daerah ini yang ingin maju sebagi Capres,” tegasnya, Sabtu (25/1/2014), seperti dikutip dari Solopos.

Dalam pidatonya, Wiranto sempat menceritakan pengalaman hidupnya dari semasa kecil hingga perjuangan di puncak karier sebagai seorang Jenderal. Pihaknya juga berkomentar tentang kondisi Indonesia yang penuh dengan kasus korupsi dan bencana.

Selain Klaten, Sragen juga jadi daerah kunjungan Wiranto. Blusukan hingga ke pelosok Sragen, Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Sragen, Minggu (26/1/2014).

Penting Dekati Akar Rumput

Dikutip dari Sragenpos.com, Minggu (26/1/2014), dalam lawatan ini Wiranto menegaskan meski diklaim sebagai Capres Terfavorit versi Jurnalis, dirinya tidak terlalu mempedulikan hasil survei elektabilitas capres maupun cawapres. Ia mengaku ingin fokus mengurusi realitas di lapangan bahwa masih banyak masyarakat yang belum hidup layak. Sementara, banyak pejabat mulai dari kepala daerah hingga di pemerintahan pusat justru melakukan korupsi dan tidak bekerja dengan hati nurani.

Salah satu cara yang ia jadikan sebagai modal perubahan itu, lanjut Wiranto, ialah dengan mendekati masyarakat akar rumput (grassroot). Dengan harapan, mereka mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya tentang kondisi riil Indonesia mengenai apa yang dibutuhkan serta dikeluhkan masyarakat dari sumbernya langsung.

Tak hanya di Sragen, Wiranto, mengatakan bahwa ia dan Hary Tanoe juga blusukan ke sejumlah wilayah se-Soloraya. Dalam kesempatan itu, Wiranto, yang sempat menyanyi langgam Jawa bersama warga Karangpelem, menegaskan, bahwa dirinya mengutuk keras kepala daerah maupun pejabat pemerintah pusat yang melakukan korupsi. Jika menjadi Presiden nanti, ia bakal mengawal dengan ketat agar tidak terjadi lagi korupsi di Indonesia.

Terpisah, salah satu Caleg DPR dari Hanura, Susantiningtyas Nefo Handayani Kertopati yang juga hadir dalam acara sambung rasa itu mengatakan bahwa kegiatan bersama warga dilakukan untuk melihat apa saja kekurangan-kekurangan pemerintah saat ini. Ia juga mengajak masyarakat agar lebih jeli dan cermat dalam menentukan pilihan agar tidak terjebak dalam kondisi keterpurukan yang sama.

“Selanjutnya kelak sebagai wakil rakyat jika saya terpilih n duduk kembali berharap peran DPR RI bukan hanya hiasan, tapi tugas kami legislasi, budgeting dan pengawasan dilaksanakan sebaik-baiknya. Saya sarankan bahwa dapat memilih calonnya yang baik, benar, punya konsentrasi dan integritas menguntungkan masyarakat,” tambahnya. **

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.