Wiranto, Kunci Hanura Atasi Krisis

AMPUTASI - Ketua Umum Partai Hanura menyatakan akan memecat pembelot dalam partai. (Foto: Okezone)
AMPUTASI – Ketua Umum Partai Hanura menyatakan akan memecat pembelot dalam partai. (Foto: Okezone)

Krisis manajemen partai adalah problem yang tengah berkembang menjelang Pemilihan Umum mendatang. Tidak sedikit partai politik yang terjebak pada persoalan internal partai.

Sebut saja Partai Demokrat, dirundung masalah manajemen internal partai yang buruk, mulai dari terseretnya sejumlah kader dalam beberapa kasus korupsi, hingga persoalan kaderisasi. Hal yang sama dialami Partai Nasdem yang terbelit masalah kaderisasi.

Menanggapi masalah tersebut, Heri Budianto, Direktur Eksekutif Political Communication Institute (Pelcomm Institute) menilai, ketokohan Wiranto merupakan kunci bagi hanura dalam mengahadapi krisis partai.

Pada kondisi partai yang tengah terbelit masalah, partai politik membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki karakter tegas dan cepat dalam merespons masalah partai. Heri menjelaskan, Wiranto adalah salah satu tokoh yang terbukti dapat melakukanya. Menurutnya, Hanura adalah partai yang mengambil langkah tepat, sigap, dan cepat, saat menghadapi krisis partai.

“Hanura tergolong partai yang sigap dalam mengambil keputusan. Sebut saja dalam kasus pemberhentian Bambang Wiratmadji Soeharto dari jabatan Ketua Dewan Penasihat dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) karena terkait kasus dugaan suap,” ujarnya seperti dikutip Tribunnews.com, Minggu (9/2).

Persoalan internal partai yang sering terjadi belakangan ini terjadi karena lemahnya kemimpinan dan konsolidasi yang baik.

“Di Hanura, sangat menonjol ketokohan Wiranto, terbukti dari cepatnya merespons masalah kadernya yang terlibat kasus suap,” tutur Heri.

Pemimpin dan Perubahan

Berjalannya kinerja partai tidak terlepas dari peran pemimpin partai. Konsolidasi yang tidak baik tanda lemahnya seorang pemimpin partai. Terkait hal tersebut, Ketua Umum Hanura, Wiranto menegaskan, baik buruknya prestasi organisasi ditentukan oleh aktivitas pemimpinnya.

Pihaknya juga berpendapat, berorganisasi tidak lain adalah bentuk pengabdian terhadap bangsa, bukan semata- mata hanya untuk kepentingan partai.

Terkait kepemimpinan Indonesia, wiranto berpendapat, setiap pemimpin lazimnya mengemban tanggung jawab untuk membawa perubahan.

“Butuh kreativitas dan inovasi untuk terus melakukan perubahan. Dan hal itu adalah tanggung jawab seorang pemimpin,” tegas Wiranto seperti dikutip beritasatu.com, Rabu (12/2). **

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.