Hanura Sukses Dobrak Primordialisme

Capres dari Partai Hanura, Wiranto. (Foto: Tempo)
Capres dari Partai Hanura, Wiranto. (Foto: Tempo)

Duet Wiranto-Hary Tanoesoedibjo (Win-HT) menawarkan gagasan baru demi pemerintahan Indonesia yang lebih baik. Karena itu, Hanura sukses mendobrak primordialisme yang masih berkembang di masyarakat. Dikotomi minoritas dan mayoritas, serta sipil dan militer diterobos Hanura demi mewadahi suatu model perbedaan.

“Kebersamaan ini adalah bentuk sinergi untuk membangun negeri sebagai bentuk penyatuan keberagaman dan persatuan bhinneka tunggal ika,” kata Calon Presiden (Capres) dari Partai Hanura, Wiranto, Rabu (26/3).

Setelah merdeka selama 69 tahun, menurut mantan panglima ABRI itu, model penyatuan Win-HT menunjukkan kesempatan bahwa minoritas diberi kesempatan memimpin negeri ini.

Tidak mengherankan, ia mau berpasangan dengan Hary Tanoesoedibjo yang berlatar belakang etnis Tionghoa. Dia mengklaim, pasangan capres dan cawapres yang disokong Hanura untuk sementara ini paling ideal merepresentasikan keadaan bangsa.

Wiranto mengatakan, saat ini komunikasi antara Partai Hanura dan rakyat dari seluruh lapisan di Tanah Air sudah berjalan dengan baik. Komunikasi yang terjalin tersebut adalah komunikasi yang mengedepankan hati nurani.

“Komunikasi antara Partai Hanura dan rakyat saat ini terjalin dengan baik, bahkan komunikasi yang baik ini terbukti dengan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Hanura,” ujarnya usai menjadi Juru Kampanye Nasional di Glora Pancasila Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/3).

Sementara itu, Cawapres Hanura, Hary Tanoesoedibjo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak Golput.

“Pemilu 2014 adalah momentum Indonesia untuk berubah, mewujudkan Indonesia menjadi satu negara maju. Untuk itu, gunakanlah hak pilih. Jangan serahkan nasib kita kepada orang lain,” jelasnya. **

Sumber: Republika Online, Okezone

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.