Komitmen Erik Satrya Wardhana Mengawal Pasar Rakyat

MENDUKUNG - Erik Satrya Wardhana saat Peresmian Pasar Cibeber, Cianjur. (Foto: GNOL)
MENDUKUNG – Erik Satrya Wardhana saat Peresmian Pasar Cibeber, Cianjur. (Foto: Gema Nurani)

Bila Anda berkunjung ke Pasar Cibeber Cianjur, kini mulai dapat dirasakan fasilitas yang disediakan. Semata untuk kemudahan dan kenyamanan para pedagang dan pembeli. Keberadaan pasar rakyat diharapkan tidak hanya untuk kalangan pembeli golongan ekonomi menengah ke bawah, tapi bisa juga untuk kalangan menengah ke atas.

Mari mengingat, semua ini tak dapat dilepaskan dari kontribusi berbagai pihak, di antaranya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Erik Satrya Wardhana. Menurutnya, DPR RI terus mendukung pembangunan maupun renovasi pasar-pasar rakyat yang merupakan konsep dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Komisi VI DPR RI mengkali terus mendukung penataan pasar tradisional, termasuk pembangunan Pasar Cibeber di Jalan Cibeber Cianjur. Salah satunya melalui dukungan alokasi anggaran yang hampir mencapai Rp6,5 miliar.

Politikus Fraksi Partai Hanura itu mengapresiasi komitmen kemendag yang ingin mengembangkan pasar rakyat di Indonesia.

“Tidak hanya menyangkut pengembangan kualitas fisik seperti keamanan atau kenyamanan, tapi juga menyangkut komitmen nonfisik seperti pengembangan pasar. Karenanya, konsep-konsep seperti ini perlu kami dukung,” kata Erik di Pasar Cibeber, Kamis (20/2).

Untuk alokasi anggaran Pasar Cibeber, menurut Erik, pihaknya terus mengawal sejak awal adanya pengajuan bantuan. Malahan, pengalokasikan anggaran pembangunan kembali Pasar Cibeber relatif lebih mudah dengan total sebesar Rp6,5 miliar.

“Untuk pasar rakyat di Cianjur, Insya Allah akan bisa terus ditingkatkan. Tidak hanya untuk Pasar Cibeber saja, namun saat ini sedang disiapkan pengembangan Pasar Sukanagara,” terang Erik.

Erik angkat topi buat Kementerian Perdagangan yang sedemikian memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan pasar rakyat, termasuk untuk Pasar Cibeber. Karena itu, Erik berharap agar para pedagangan juga bisa menjaga berbagai fasilitas di Pasar Cibeber.

Pasar Rakyat

Pasar tradisional yang sudah direvitalisasi dengan anggaran negara harus diberikan cuma-cuma kepada pedagang yang memang terdaftar.

Erik mengatakan, tidak terlalu setuju jika ada pemilahan antara pasar tradisional dengan pasar modern. Ia lebih memilih pasar tradional adalah pasar rakyat.

“Artinya pasar ini pembangunannya dibiayai oleh negara yang berarti oleh rakyat jadi lebih tepat disebut pasar rakyat,” ujarnya.

Erik mengatakan semua pasar hasil revitalisasi apalagi yang dibiayai oleh APBN harus digratiskan untuk para pedagang.

“Ini sebagai bentuk kebijkan proaktif rakyat. Kami di DPR mendukung hal itu,” ucapnya. **

Sumber: Inilah, Pikiran Rakyat

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.