Rakyat Riau Marahi SBY Lewat Jejaring Sosial

MARAH - Kebakaran hutan yang belum juga teratasi tampaknya membuat rakyat Riau marah. (Foto: Antara)
MARAH – Kebakaran hutan yang belum juga teratasi tampaknya membuat rakyat Riau marah. (Foto: Antara)

Pemilik akun FB berinisial AJ menanyakan kepedulian Presiden atas derita yang dirasakan hampir 6 juta rakyat Riau dalam sebulan terakhir. Dalam akun FB-nya ia menuliskan kata-kata:

“MANA PRESIDEN ?? MANA MENHUT ?? Pernyataanmu yang mengatakan asap itu sudah tradisi musim kering sungguh menyakitkan. MANA MENKES ?? kalau ngurus kondom kencang. MANA WAKIL RAKYAT DI SENAYAN ?? kalau yg ini aku dah speechless! DI MANA KALIAN SEMUA ?? –JUTAAN RAKYAT RIAU SUDAH MAU SEKARAT, PEDULI PUN KALIAN TIDAK !!”.

Status bernada kekecewaan pun datang dari pemilik akun dengan inisial FT. Ia menulis “Rakyat Riau hidup dalam racun asap, Presiden ditemani menteri jalan-jalan ke mall. Nyesal pernah memilih dia. Ibu negara sibuk foto-foto dengan kameranya,”.

Ada pula status dengan inisial akun ED, ia meminta agar Presiden SBY berkenan mengunjungi Provinsi Riau.”Tolong Pak Presiden, jangan hanya menyatakan keprihatinan saja. Datanglah ke Riau dan hirup udara kotor seperti yang anak-anak kami hirup. Ini sudah bencana nasional kesehatan. Sudah lebih satu bulan kami dibunuh pelan-pelan Pak Presiden,”.

Sebulan Lebih

Berbagai kecaman bernada sama, juga diarahkan untuk para pelaku pembalakan liar dan perusahaan yang dinilai sebagai dalang aksi pembakaran hutan dan lahan di Riau. Saat ini aparat baru menetapkan satu perusahaan swasta menjadi tersangka pembakaran hutan dan lahan. Sementara lainnya yang dicurigai, masih belum diketahui tindakan hukum yang pasti.

Sudah sebulan lebih harus menghirup udara kotor akibat polusi asap, dampak kebakaran hutan dan lahan, sepertinya membuat kesabaran masyarakat Riau habis.

Komitmen penanganan kabut asap oleh pemerintah pusat dan daerah, dinilai berjalan lambat dan terlihat tidak terlalu berarti. Makin hari asap bukannya berkurang justru makin bertambah tebal, sehingga mengganggu aktivitas bahkan perekonomian rakyat. **

Sumber: JPNN

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.