TPS Dipindah, Warga Cipinang Melayu Gelar Aksi

TPS DIPINDAH - Warga Cipinang Melayu Jakarta berdemonstrasi, lantaran KPU memindah TPS. (Foto: Detik Foto)
TPS DIPINDAH – Warga Cipinang Melayu Jakarta berdemonstrasi, lantaran KPU memindah TPS. (Foto: Detik Foto)

Menjelang Pemilu 2014, ternyata masih banyak masalah yang perlu diselesaikan KPU. Salah satunya, masalah lokasi TPS, seperti yang terjadi di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Pada Pilpres 2009 dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta yang lalu, kawasan Cipinang Melayu memiliki TPS sendiri. Namun pada Pilpres 2014, KPU berencana memindah TPS di Kelurahan Cipinang Melayu ke Kelurahan Halim.

“Kita pemilu dua kali, pas Pilpres 2009 sama pas Pilgub ya di sini. Tapi kenapa tiba-tiba TPS yang berkaitan dengan surat suara dipindankan ke kelurahan Halim? Kami takut ada kecurangan, ada oknum yang main,” ucap Ketua Paguyuban Cipinang Melayu, Theodorus

Selain kecurangan, Theodorus juga mengatakan, lokasi TPS di Halim cukup jauh dari tempat mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan pada saat demonstrasi yang digelar warga Cipinang Melayu pada Jumat (14/3). Sebanyak 14 orang warga melakukan aksi kubur diri di kawasan tersebut sebagai wujud penolakan pemindahan TPS di lokasi mereka ke Kelurahan Halim.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 13.30. Ada 14 lubang yang sudah disiapkan di kawasan tersebut. Selanjutnya, sebanyak 14 orang pria masuk ke dalam lubang tersebut. Sebelum ditimbun sebuah triplek dipasang di sekitar kepala warga. Kemudian tanah diuruk menutupi triplek tersebut.

Sebuah keranda juga terlihat di samping warga yang melakukan aksi. Daun-daun ditabur di sekitar kepala warga. Terlihat puluhan warga berkerumun melihat aksi warga tersebut.

Demo KPU

Pada kesempatan sebelumnya, ratusan warga Tanah Galian, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, menggelar demonstrasi di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, pada Selasa (4/3/2014). Mereka menolak pemindahan lokasi tempat pemungutan suara (TPS) ke TPS kelurahan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

“Kami ingin tetap memilih di TPS Cipinang Melayu. Jangan paksa kami untuk Golput,” ujar koordinator aksi, Poltak Agustinus Sinaga.

Poltak mengatakan, lebih dari 2000 warga yang ingin menggunakan hak pilihnya dan berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pemilu 2014 terancam tidak menggunakan hak pilihnya apabila KPU tetap ngotot memindahkan TPS. Dia menilai KPU melakukan tindakan sepihak.

“Ini upaya mempersulit kami dalam memilih,” imbuhnya.

Poltak melanjutkan, KPU tidak cukup melakukan sosalisasi atas pemindahan TPS dari Kelurahan Cipinang Melayu ke Halim Perdana Kusuma. Sehingga masyarakat tidak bisa menerima kebijakan tersebut.

“Kami meminta dengan tegas kepada KPU agar segera melakukan evaluasi dan menyiapkan TPS seperti yang terjadi pada Pemilu kepala daerah DKI Jakarta 2012 lalu dan Pemilu-pemilu sebelumnya di tempat kami berdomisili dan bertempat tinggal yaitu di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu,” ucap Poltak.

Ratusan demonstran yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu tiba di Gedung KPU sekitar pukul 10.00. Mereka menumpangi 7 Metro Mini dan 4 Kopaja.

Sejumlah demonstran secara bergantian melakukan orasi di atas sebuah mobil bak terbuka. Mereka terus meneriakkan penolakan atas pemindahan TPS oleh KPU.

Sementara yang lain mengacungkan banyak lembar kertas bertuliskan, ‘Say No to Golput’, ‘Paguyuban Tanah Galian menolak Golput’, ‘Golput bukan pilihan kami’, ‘Hari gini tidak memilih apa benar’, ‘Kami ingin tetap memilih di Cipinang Melayu’, ‘Tolong berikan hak kami untuk memilih’, ‘Demokrasi milik kami’, dan sebagainya.

Mereka juga membawa sebuah spanduk berukuran besar berisi, ‘Petisi warga Tanah Galian, Kel. Cipinang Melayu, Jakarta Timur. 1) Kami ingin ikut Pemilu 2014; 2) Jangan paksa kami untuk Golput; 3) Kami ingin tetap memilih di wilayah administratif Kel Cipinang Melayu’.

Sumber: Detik.com dan Viva.co.id

Recommended For You

About the Author: Iswan Heriadjie