80 Ribu Pemilih di Jabar Nyoblos Ulang

Salah seorang pemilih mencelupkan jari ke tinta pemilu usai melakukan pemilihan (foto - portal kabar)Bandung – GNOL* Beberapa persoalan terjadi dalam proses pelaksanaan Pemilu 9 April 2014, kemarin. Seperti distribusi logistik suara hingga surat suaranya tertukar. Seperti di Jawa Barat, sebanyak 80 ribu warganya  yang tersebar di 21 kabupaten/kota akan melakukan pencoblosan ulang pemilu 2014 karena banyaknya temuan surat suara tertukar saat penghitungan suara.

Jumlah tersebut terdata setelah KPU Jabar melakukan rapat koordinasi dengan pihak KPU kabupaten/kota yang digelar di Aula KPU Jabar, Bandung, Kamis (10/4).

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jabar Endun Abdul Hak mengatakan, pencoblosan ulang dilakukan karena banyaknya temuan surat suara tertukar saat penghitungan suara. Sehingga diputuskan pemungutan suara di TPS bermasalah dihentikan.

“Untuk pemungutan suara ulang (PSU) ini jumlahnya ada 0,3 persen dari DPT atau sekitar 80 ribu pemilih di Jabar,” katanya.

Catatan KPU Jabar, di 288 TPS surat suaranya tertukar dan rusak sehingga pemungutan harus dilakukan ulang. Adapun 22 TPS di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor melakukan pemungutan lanjutan karena adanya surat suara tercoblos ke salah satu Caleg.

“Jadi yang mengulang itu ada 21 kabupaten/kota, desanya sebanyak 112 dan 65 kecamatan,” ungkapnya.

Untuk yang tidak bermasalah dia mencatat hanya ada 5 wilayah yakni; Banjar, Kota Bogor, Cimahi, Sumedang, dan Kota Tasik.

Pemilihan ulang di Jabar dijadwalkan pada Minggu 13 April 2014. Alasan PSU dipilih Minggu 13 April sendiri menurut dia, bahwa penyelesaian pemungutan dan penghitungan perolehan suara di tingkat KPPS harus diselesaikan pada 15 April. Karena setelah itu mulai dilakukan rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan.

“Lainnya Minggu itu libur, jadi ini untuk meningkatkan partisipasi pemilih lagi,” ungkapnya.

Dia mengaku, Sabtu 12 April C-6 atau surat undangan sudah sampai ke pemilih. “Upaya kita agar mereka datang ke TPS, untuk melakukan pemilihan ulang akan berkoordinasi dengan aparat setempat dan penyelenggara. Ini bisa dikatakan kejadian luar biasa, kita harapkan juga C6 sudah sampai ke pemilih sehari sebelum pemungutan,” jelasnya.

Tak Serentak

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan bahwa proses pemungutan suara ulang di beberapa daerah tak harus dilakukan serentak atau dilakukan secara bersama-sama. “Tidak harus serentak,” ujar Komisioner KPU Sigit Pamungkas di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (10/4).

Menurut Sigit, persiapan antara daerah satu dengan yang lainnya berbeda. Sebab, pelaksanaan pemungutan suara amat tergantung dengan kesiapan logistik suara dan penyelenggara pemilu di wilayah yang bersangkutan. “Tergantung kesiapan logistik dan penyelenggara pemilunya di daerah masing-masing,” jelas Sigit.

Sumber: Merdeka, Oke Zone

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani