Menimbang Ajakan Koalisi Gerindra pada Hanura

Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto (kanan). (foto: waspada.com)
Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto (kanan). (foto: waspada.com)

Jelang Rapimnas Hanura pada 1 Mei mendatang, sejumlah pimpinan partai politik menjalin komunikasi. Salah satunya, Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menemui Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, pekan lalu.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, kedatangan Prabowo ke kediaman Wiranto, untuk mengajak Hanura berkoalisi dan mendukung pencapresannya.

“Pak Prabowo datang ke rumah Pak Wiranto di Cipayung agak malam, sekitar jam 11 malam. Pak Wiranto awalnya dihubungi dan sempat merespons. Kemudian, beliau datang,” kata Muzani, di Founding Father House, Jakarta, Senin (28/4).

Muzani mengatakan, manuver yang dilakukan Prabowo itu didukung penuh internal Gerindra. Menurutnya, langkah yang dilakukan Prabowo itu telah mengesampingkan konflik pribadinya dengan Wiranto demi membangun koalisi untuk kepentingan bangsa.

“Ini langkah yang sangat bagus. Kalau dulu keduanya berselisih paham memang tidak dipungkiri, tapi itu sejarah masa lalu. Beliau (Prabowo) kan negarawan. Dia melihat kepentingan bangsanya. Prabowo akhirnya menawarkan kerja sama tanpa mementingkan konfliknya,” ujar Muzani.

Muzani membantah jika manuver partainya mendekati Hanura itu merupakan upaya untuk menyalip Golkar. Sebelumnya, Golkar juga telah melakukan komunikasi politik terkait koalisi dengan Partai Hanura.

“Ini kan ceritanya kita mau melamar. Jadi, kita tidak bisa menutup diri sebelum janur kuning melengkung. Hanura belum pernah mengumumkan kalau mereka sudah berkoalisi dengan Golkar,” ujar Muzani.

Ditempat terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Saleh Husin menyatakan, komunikasi politik masih dilakukan terhadap semua tokoh bangsa.

“Seperti SBY (Demokrat), Prabowo, Jokowi (PDIP), ARB (Golkar), Anis Matta (PKS) serta tokoh politik lainnya terus berjalan. Dan itu lumrah terjadi. Masih berbicara bagaimana bangsa ini ke depan menjadi lebih baik,” ujarnya, Selasa (29/4).

Hanura, tambah Anggota Komisi V itu menghargai dan memahami proses internal partai masing-masing. “Jadi kita lihat dalam satu minggu ke depan pasti ada putusan-putusan penting yang akan diambil. Jadi semuanya masih cair sambil menunggu hasil real count oleh KPU,” tutupnya.

Sumber: Kompas, MetroTVNews

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani