Petani Protes Bulog Impor Gula 350 Ribu Ton

Sejumlah petani tebu se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menaburkan gula pasir impor ketika unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, akhir tahun lalu (Foto ANTARA)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berikan izin impor gula kristal putih (GKP) kepada perum Bulog sebanyak 350.000 ton untuk iron stock atau cadangan digudang agar stabilitas harga gula dalam negeri dapat terjaga.

Mendengar itu, petani gula menyatakan kecewa atas kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendag, Seharusnya Bulog dapat lebih menyerap gula lokal karena persediaan pasokan masih berlimpah.

“Menurut kami, sisa persediaan gula yang ada di gudang pabrik gula yang per akhir Maret 2014 lebih dari 800 ribu ton, sehingga sangat berlebih untuk persediaan samapi bulan Mei 2014,” ungkap Anggota AGI Yadi Yusriadi, Sabtu (12/04).

Apalagi Yudi menjelaskan bila dalam waktu dekat akan terjadi musim giling di beberapa sentra produksi gula di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. sehingga dipastikan pasokan gula nasional cukup banyak.

“Bulan Juni 2014 seluruh pabrik di Jawa sudah giling, dan April ini di Sumatera sudah giling. Jadi impor gula yang diadakan Bulog akan menjadikan suplai berlebih. Hal ini dapat menekan harga gula pada harga di bawah BPP (Biaya Pokok Produksi) petani yang Rp 8.791/kg,” imbuhnya.

Sayangnya belum ada ketentuan yang mewajibkan/memprioritaskan Bulog menyerap gula nasional. Sehingga Bulog dapat dengan mudah membuat pilihan apakah impor atau menyerap gula di dalam negeri.

“Masalahnya tata niaga gula pada saat ini mengikuti harga pasar bebas sehingga petani tidak mendapatkan kepastian harga. Selain itu Bulog juga tidak mempunyai kewajiban untuk membeli gula petani,” jelasnya.

Putusan Menko

Sementara, Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan mengatakan, izin yang diberikan kepada Bulog tersebut sesuai dengan putusan rapat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada akhir tahun lalu.

“Jadi sekarang itu yang saya perintahkan untuk 350.000, fungsinya adalah iron stock (stok di gudang) intinya pemerintah tidak bisa dipojokkan kita punya stok, itu fungsinya,” kata Lutfi.

Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan menambahkan, impor gula tersebut berfungsi untuk menambah stok. Untuk tahap awal, gula kristal yang diimpor tersebut akan di kirim ke daerah non sentra produksi tebu seperti, kawasan timur Indonesia. “Kita truh stok disana dulu, kalau dibutuhkan kita bisa keluarkan,” ujar Bayu.

Sebelumnya, Bulog sendiri pada bulan Maret lalu telah sepakat membeli gula dari Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebanyak 12.000 ton dengan harga Rp 8.600 per kilogram (kg).

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani