Wiranto: Jawa Barat Lumbung Suara Hanura

Calon Presiden RI dari Partai Hanura, Wiranto. (Foto: Merdeka)
Calon Presiden RI dari Partai Hanura, Wiranto. (Foto: Merdeka)

Capres dari Partai Hanura, Wiranto, mengaku optimistis, Partai Hanura mampu mengeruk banyak suara di Bandung, bahkan Jawa Barat. Ia mengaku optimistis terhadap warga Jawa Barat bukan hanya saat ini. Menurutnya, sejak masih bergabung di Partai Golongan Karya (Golkar) dukungan secara pribadi kepadanya juga banyak mengalir.

“Jawa Barat merupakan lumbung suara,” kata Wiranto seusai kampanye terbuka di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/4/2014).

Dia kembali menunjukkan keyakinan jika saat Pilpres nanti, Jawa Barat akan menyumbangkan suara yang terbilang banyak.

“Ketika saya membentuk Partai Hanura, Jawa Barat merupakan suatu kekuatan yang cukup signifikan,” imbuhnya.

Ketika ditanya soal persentase jumlah suara yang ditargetkan Hanura di wilayah Jawa Barat, Wiranto enggan menyebutkan angka pastinya. “Yang pasti sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Semangat Bandung Lautan Api

Ribuan simpatisan dan pendukung datang dalam kampanye. Kampanye dipusatkan di samping monumen Bandung Lautan Api, dihadiri simpatisan, kader, dan Calon Legislatif (Caleg) Partai Hanura.

Di lokasi yang sarat dengan sejarah itu, Wiranto mengingatkan warga Bandung agar tidak lupa dengan sejarah Bandung Lautan Api. Sebuah peristiwa heroik yang merupakan pencerminan perlawanan terhadap penjajah.

“Kalau saya datang ke Bandung saya akan selalu teringat dengan Bandung Lautan Api. Sejarah itu mengingatkan kita bahwa masyarakat Bandung tidak sudi diduki asing,” kata Wiranto di saat memberikan orasinya.

Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi pada 23 Maret 1946. Sekitar 200 ribu penduduk Bandung secara serentak membakar rumah mereka untuk menghindari pendudukan tentara sekutu dan NICA Belanda.

“Pendahulu kita tidak mau kotanya yang indah diambil alih asing. Lebih baik dibakar daripada dijajah,” tegas Wiranto dengan semangat berapi-api.

Pria yang akan diusung Hanura sebagai calon presiden itu meminta warga Bandung untuk melanjutkan perjuangan pendahulu.

“Sekarang kita tinggal melanjutkan perjuangan dengan memberikan masyarakat mendapatkan keadilan. Sayangnya masih banyak masyarakat kita yang miskin,  ini bukan keadilan,” ungkap Wiranto.

Ia mengakui banyak hambatan untuk memberikan rasa adil tersebut ke masyarakat. Hambatan yang paling besar, adalah banyaknya pejabat  banyak yang khilaf.

“Obatnya hanya satu, Hati Nurani. Itulah mengapa 2006 Wiranto Dkk membangun Partai Hanura. Bukan sekadar mencari jabatan. Syukur Alhamdulillah, Partai Hanura menjadi partai yang paling bersih,” kata Wiranto.

Wiranto juga menjelaskan bahwa selama ini sering menyamar sebagai tukang becak atau kenek. Alasannya, Wiranto ingin mengetahui kondisi masyakat yang akan dipimpinnya.

Sumber: Kompas.com, JPNN

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.