Gema Hanura Dukung Kerjasama Politik dengan PDIP

Pengurus Gema Hanura berfoto bersama Wiranto. (Foto: Gema Nurani)
Pengurus Gema Hanura berfoto bersama Wiranto. (Foto: Gema Nurani)

Gerakan Muda Hanura (Gema Hanura), organisasi otonom di bawah Partai Hanura, mendukung sepenuhnya langkah Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto, menjalin kerjasama politik dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pencapresan Joko Widodo.

Sejak digelarnya Rapimnas Partai Hanura, Selasa (6/5) lalu, seluruh unsur partai yaitu DPP, Organisasi Sayap, Organisasi Otonom dan DPD seluruh Indonesia memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum untuk menentukan arah koalisi dalam Pemilihan Presiden.

“Sabtu (17/5) mandat itu telah menemukan jawabannya, dan sikap Ketua Umum Partai Hanura menurut kami adalah keputusan yang sangat tepat. Untuk itu segenap jajaran dan pengurus Gema Hanura mendukung penuh dan akan segera melaksanakan keputusan partai ini dengan sekuat tenaga. Bagi Gema Hanura, ada sejumlah alasan kenapa keputusan Ketua Umum Partai Hanura itu kami nilai tepat,” terang Erik Satrya Wardhana, Ketua Umum Gema Hanura dalam keterangan resminya, Minggu (18/5).

Erik berpendapat, pertama, kerjasama politik antara Partai Hanura dan PDIP ada kesamaan platform politik. “Sebagai kekuatan politik yang selama ini sebagai penyeimbang kekuasaan, tidak masuk dalam koalisi pemerintahan, Partai Hanura dan PDIP telah mejalin kerjasama dalam berbagai momentum politik penting,” ujar dia.

Kerjasama politik itu, lanjut Erik, terlihat manivestasinya dalam memperkuat peran dan fungsi lembaga politik di DPR RI. Partai Hanura bersama-sama dengan PDIP konsisten dalam mengambil sikap kritis yang  diyakini sebagai manivestasi aspirasi dan pembelaan kepada rakyat.

“Sebut saja saat voting sidang paripurna memilih sejumlah opsi dalam kasus Century, kasus Pajak dan menolak kenaikan BBM,” tandasnya.

Kedua, menurut Erik, persamaan spirit perjuangan. Partai Hanura saat ini sedang melakukan proses ideologisasi partai dengan membumikan konsep “Hati Nurani” dalam berbagai bidang, khususnya dibidang ekonomi, politik dan budaya.

“Dalam ketiga aspek itu, yang dikenal dengan penjabaran ‘Ekonomi Hati Nurani’, ‘Politik Hati Nurani’ dan ‘Kebudayaan Hati Nurani’, terdapat kesamaan dengan konsep Trisakti yang digagas oleh Bung Karno: berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya. Inilah yang kami sebut sebagai persamaan spirit perjuangan,” tutur dia.

Persamaan ketiga, berdasarkan keyakinan tersebut di atas, tidak ada alasan bagi Partai Hanura untuk memisahkan kebersamaan dan kesamaan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat selama ini.

“Sehingga keputusan untuk menjalin kerjasama politik dengan PDIP dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah keputusan yang tepat, apalagi apabila perjuangan tersebut berbuah kemenangan, tugas selanjutnya jauh lebih berat, yaitu bersama-sama membangun pemerintahan, yang lebih baik: berdaulat, berdikari dan berkepribadian,” tegasnya.

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani