Gerindra dan Golkar Bersaing Tawarkan Koalisi ke Hanura

Ahmad Muzani (kiri) dan Nurul Arifin (kanan). (Foto: Kolase)
Ahmad Muzani (kiri) dan Nurul Arifin (kanan). (Foto: Kolase)

Tawaran berbagai partai politik untuk koalisi kepada Hanura kian deras. Setelah Gerindra, kini Golkar juga terus menyerukan ajakan koalisi.

Hingga saat ini, Golkar belum menentukan partner koalisinya meski sudah bertemu dengan banyak tokoh. Wasekjen Golkar Nurul Arifin mengisyaratkan bahwa dua partai yang akan digandeng adalah Hanura dan Gerindra.

“Kalau secara chemistry yang dekat ya Hanura dan Gerindra yang lahir dari satu rahim,” kata Nurul dalam diskusi ‘Membaca Peluang Poros Keempat: Mungkin atau Tidak’ di Hotel Alia, Cikini, Jakpus, Kamis (1/5).

Meski sudah memberi isyarat, Nurul mengemukakan bahwa komunikasi dengan partai-partai lain masih berjalan. Golkar masih mungkin berikatan dengan partai selain Gerindra dan Hanura. “Semua masih cair,” ujarnya.

Koalisi dengan sesama partai yang tergabung dalam setgab di pemerintahan SBY pun tetap dibuka oleh Golkar. Nurul mengungkapkan, meski Golkar dan PKS sering dianggap sebagai ‘anak nakal’ dalam setgab, tapi tetap bisa berkoalisi kembali.

“PKS anak nakal tapi keberadaannya penting. Warnanya sekarang tidak dominan putih dan hitam tapi kuning dan hitam. Sampai yang di daerah tanya ke saya. Dalam politik, tidak ada cinta sejati. Kalau SBY mau berkoalisi, kita menunggu,” jelasnya.

“Baru pada rapimnas kita umumkan cawapres dan strategi ke depan,” lanjut Nurul.

Sementara, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai apabila koalisi Gerindra dan Hanura terjadi maka dapat menguntungkan Prabowo Subianto serta Wiranto karena akan menepis hubungan kedua jenderal itu yang sempat berselisih pasca Orde Baru.

“Pertemuan Prabowo Subianto dengan Wiranto harapannya bisa koalisi namun kami menunggu tahapan internal partai yang dilakukan Hanura,” ujar Ahmad Muzani usai menghadiri diskusi “Membaca Arah Koalisi Pasca-Pileg” di Jakarta, Rabu kemarin.

Ia mengungkapkan antara Prabowo dan Wiranto saling mendukung satu sama lain. Namun koalisi dengan Hanura tidak dapat langsung terwujud karena ada beberapa tahapan komunikasi politik yang harus dilakukan.

“Koalisi Gerindra dengan Hanura sabar, kami akan menunggu proses. itu memberikan dukungan kepada pencalonan Prabowo Subianto menjadi presiden,” ujar dia.

Sebelumnya, Ahmad menegaskan pihaknya belum ada kesepakatan koalisi dengan Golkar meskipun Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto telah bertemu dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie.

“Belum ada koalisi dengan Golkar, karena butuh pertemuan kedua, ketiga dan itu sedang kami rancang,” ujar Ahmad Muzani di Jakarta, Rabu.

Menurut dia pertemuan Prabowo Subianto dengan Aburizal Bakrie beberapa waktu lalu, sepakat bekerja sama membentuk pemerintahan efektif dan kuat.

Sumber: Detik, Republika

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani